pasti ada penyebabnya…

Kenapa yah, jadi malas banget belakangan ini….?

teteh…

Selalu saja nggak mau beresiko. Halah..masa terus begitu? teteh teteh…kamu teh mani suka keras kepala begitu.  Begini ajah atuh, tak usah lompat begitu kencang sebagaimana aku mintakan, tapi melompatlah pelan tapi kontinyu. gimana? mau kan seperti itu?. Lagian itu bukan untuk siapa-siapa, melainkan untukmu juga.
Atau mungkin, pepatahku terlalu sulit dimengerti? . Cape deh, kalau memang begitu. Mungkin aku harus belajar lagi, gimana mempersuasi orang ya…
Entahlah, mana yang benar, aku atah tetah, biarlah itu berjalan saja, sampe jawabannya ketemu. Hanya saja, pesanku, buka dan terus buka pikiran itu, sampai masuk ke wilayah kepahaman. Agar main kita jadi terang benderang kitu tah teteh…
Jadilan lentur, bukan keras..biar tak patah-patah. Karena patah, menyakitkan pastinya. Oke nDA….!!

kurang lebih seperti…

Tak muluk-muluk mauku. Biasa aja,sebagaimana umumnya. Kalimat ini benar-benar merasuki jiwaku, setelah belajar kehidupan selama 25 tahun lamanya.  Ternyata hidup itu ada fasenya, dan tak ada yang paling indah kecuali berjalan difase semestinya. Setidaknya itulah pikirku saat ini.
Mauku itu kenyamanan.  Bisa nyaman tentu tak melulu kasat mata ukurannya, kehidmatan berhubungan, kedewasaan, kesamaan visi misi barangkali itulah yang paling utama. Artinya, aku tak lagi mencari sestau di batas kemampuan.
Sekalipun kerap kali-dulu- aku selalu berujar, tak mungkin aku melakukan sesuatu yang batinku tak sreg atas sesuatu itu. Tapi, itu dulu. Kini ceritanya jadi lain, lebih menyandarkan pada rasio. Mau tak mau, suka tak suka, jika itu memang terbaik untukku ya harus diambil, dijalankan dan disyukuri. Itu saja beres!. Baca entri selengkapnya »

Itu itu lagi…

Aku lupa, waktu itu sudah lama meninggalkanku.  Tapi, soal lama dan tidak memang tergantung dikontruksikannya. Dan aku termasuk yang mengkontruksikan sebentar, alih-alih berharap akan hal yang tak pasti. Ya, sama sekali hanya halusinasi, masa itu, yakni masa dimana segalanya indah dirasa. Indah, karena sebelumnya rasa itu kacau balau, cemas, dan frustasi berat. Untung masih sadar.
Aku selalu merindukan masa itu datang kembali. Aku tak pernah akan mengulangi kesalahan yang menyebabkan rasa ini menderita, akut. Bukan tanpa alasan, toh kalau saja kala itu ada keberanian untuk bahagia atau mati, mungkin ceritanya tidak akan seperti saat ini. Berharap yang tak pasti. Baca entri selengkapnya »

bukan aku dan kau tapi kita

Dari banyak hal yang sudah menerpa kita, akhirnya merujuk pada kesimpulan minor.Selama ini keegoisan itu, selalu tampak ada padamu. Namun, itu salah, ternyata kebalikannya. Kusadari, pemaksaan sebuah karakter baru, selalu dihembuskan. Mungkin kau merasa jemu, karena itu sejatinya bukan kamu. Di banyak kesempatan, kau katakan, hanya bisa hidup menjadi dirimu sendiri. Tak layak untuk untuk dibandingkan dengan siapapun, terlebih dengan orang-orang yang sempat mengisi kehidupanku. Kau memang bukan dirinya. Rentang usia kita, bukan alasan untuk selalu dibwa ke permukaan. Tapi, kalau fakta ini disikapi dengan penuh rasa syukur, tentu membuahkn rahmat bagi kita. Wah..tetah, lebih baik kita jalani dengan penuh kesungguhan. Ibadah harus selalu melandasi perjalanan itu, mengingat, kita ini lemah. Baca entri selengkapnya »

Hilang…

Duh..Gustiiii...tulung tulung.....

Duh..Gustiiii...tulung tulung.....

Ketika pertama kali bertemu, aku tak sanggup melihat wajah yang tertunduk malu-malu. Aku membiarkannmu, begitu teman teman menghampiri dan mengajakmu, duduk di teras kantor. Dalam gumam, hatiku berkata, siapa gerangan sosok dia yang baru kulihat itu? Dia telah membuatku tertegun memendam asa. Seiring perjalanan waktu, asa itu kian memenuhi relung hatiku. Aku tak tahan dibuatnya. Terlebih ketika kau dengan penuh hati-hati menembakku dengan panah asmara. Lengkaplah rasa itu. Kita menjadi menjadi satu untuk sebuah harapan baru. Segala perhatianmu, adalah api pembakar semangat hidupku. Senyummu adalah oase penyejuk hatiku. Dibanyak kesempatan, kau katakan, aku seorang jagoan yang akan menjagamu dari segala ancaman. Kau tak ragu untuk mengatakan jika aku adalah soulmate yang diutus Tuhan untuk kenyamanan hidupmu. Baca entri selengkapnya »

Dirimu tahu?

dirimuLove is that condition in which the happiness of another person is essential to your own…

Wagub Jabar, Dede Yusuf, Pencetus Film Bandung Lautan Api (2-habis)

Sowan ke Pelaku BLA, Masih Bingung tentang Format Film

dede-yusuf_f_695_f_337FILM Bandung Lautan Api (BLA) yang rencananya diproduksi tahun ini masih belum sampai pada penetuan format. Apakah menjadi film dokumenter yang merepresentasikan semangat juang warga Bandung, komersial, atau dokumenter yang komersial.

Memproduksi sebuah film tentunya bukanlah pekerjaan yang gampang. Terlebih jika film tersebut mengambil latar sejarah perjuangan bangsa. Salah-salah menggambarkan sejarah masa lampau, bisa menyesatkan persepsi masyarakat tentang kejadian yang sebenarnya di kala itu. Kemungkinan lainnya bisa saja digugat atau diprotes pihak yang merasa dirugikan karena jalan ceritanya yang parsial. Baca entri selengkapnya »

Wagub Jabar, Dede Yusuf, Pencetus Film Bandung Lautan Api (1)

Peristiwa Heroik Lawan Penjajah, Berharap Bangkitkan Patriotisme Generasi Muda

bla-1946Pernyataan Dede Yusuf terkait rencana pembuatan film Bandung Lautan Api (BLA) bukan wacana belaka. Wakil Gubernur Jabar yang juga bintang film laga ini benar-benar ingin mewujudkannya. Konsultasi dengan insan perfilman sudah dilakukannya, bahkan biaya pembuatan mulai dianggarkan.

Menemui Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf di tengah-tengah kesibukannya menerima beberapa orang menteri dari Jakarta, bukan hal gampang. Maklum ia harus tetap di ruangan menemani tamunya itu. Radar Bandung baru bisa menemuinya, sekitar pukul 15.30 kemarin, seusai sang menteri berpamitan pulang Baca entri selengkapnya »

Dr Kusnandi Rusmil, SpA(K) Giat Perangi Stepen Jhonson Syndrom

Derita Siadiah ,7, yang kulitnya melepuh gara-gara diserang penyakit Stepen Jhonson Syndrome menggegerkan masyarakat. Berita ini sungguh menakutkan. Bagaimana tidak, derita Siswi Madrasah Ibtidaiah (MI) di Kota Depok ini ditengarai setelah menjalani imunisasi sebelumnya. Lantas apa dan bagaimana Stepen Jhonson Syndrom itu? Dr Kusnandi Rusmil, SpA(K) dari Rumah Sakit Hasa Sadikin (RSHS) Bandung mengurainya. Baca entri selengkapnya »

« Entri lama