DAGO BARAT

saya merasa dari dago barat perubahan itu dimulai…

Mang Ihin Dukung Indra Perwira

RE MARTADINATA – Kandidat Wali Kota Bandung usungan FPCI Indra Perwira optimis bisa mendulang dukungan masyarakat kasus. Keyakinan dosen Hukum Universitas Padjadjaran ini disampaikannya di hadapan tokoh Jawa Barat Solihin Gautama Putra (GP), di kantor Dewan Pemerhati Kelestarian Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS), Jalan RE. Martadinata, kemarin.
Menurut Indra, masyarakat kasus adalah mereka yang selama ini merasa kurang atau bahkan tidak diperhatikan incumbent. Saat ini pihaknya sudah menginventarisasi masyarakat kasus di 14 lokasi.
Ke-14 masyarakat kasus itu masing-masing warga Ciroyom, warga Tamansari, warga Sekeloa, warga Saritem, warga Sriwijaya, warga Punclut, warga Hergarmanah, warga Rancabentang, warga Cempakaarum, sopir angkot, sopir Taxi, PKL, buruh dan guru.
“Pada umumnya, masyarakat di daerah tersebut pernah mengalami kasus yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah kota. Sementara PKL, buruh, sopir termasuk kelompok masyakat bawah yang perlu nasibnya belum diperhatikan dengan baik,” ujar Indra.
Syarat kententuan KPUD agar calon independen bisa mengumpulkan tiga persen dukungan masyarakat, menurutnya, merupakan tantangan, sejauh mana dirinya dikehendaki masyarakat.     Menurutnya, dukungan riil dari masyarakat akan terukur saat pengumpulan dukungan lewat KTP dan surat pernyataan bermatrai. “Saya yakin, bahkan haqul yakin bisa memperoleh dukungan lebih dari tiga persen. Sejumlah warga sudah menyatakan dukungan kepada saya, lewat keluarga dan kolega saya,” terangnya.
Mengenai calon independen, jelas Indra, yakni refleksi kefrustasian masyarakat kepada partai politik. Banyak calon pemilih yang apatis terhadap parpol. Karenanya, mereka lebih memilih absen ketimbang menyalurkan hak pilihnya.
“Ini merupakan indikator melemahnya kepercayaan masyarakat terhadap mesin perpolitikan saat ini. Karena itu pula, saya bertekad untuk menjawab kehausan mereka tersebut,” ungkapnya.
Mendengar penuturan Indra, Solihin GP langsung respek mendukung calon independen. Mantan Gubernur Jawa Barat ini, pesimistis dengan komitmen parpol dalam membangun daerah.     “Awalnya saya tidak paham dengan calon independen, tapi setelah mempelajari lebih dalam saya menjadi respek,” aku Mang Ihin, panggilan akrabnya.
Mang Ihin juga memberikan wejangan, agar tim Indra Perwira segera merangkul tetua di tiap lokasi masyarakat kasus. Menurut dia, kalau tetauanya sudah dirangkul, suara masyarakat akan mudah mengalir. “Yakinkeun kokolotna, rahayatna pasti ngilu/ yakinkan tetuanya, masyarakat pasti ikut,” ujarnya.
Di samping itu, Mang Ihin juga berpesan, calon independen harus rela mundur, manakala sistem perpolitikan sudah tertata dengan baik. “Kan logikanya, kenapa harus ada parpol, kalau ada perseorangan bisa mencalonkan,”ungkapnya.
Seperti dilaporkan sebelumnya,  Indra Perwira keluar sebagai pemenang pada pemilihan calon independen oleh Forum Pengusung Calon Independen (FPCI) di Gedung Indonesia Menggugat, Minggu (20/4).
Dalam voting tertutup yang berlangsung sederhana, Indra mengungguli tiga kandidat lainnya dengan meraih 30 suara. Fiki menyusul dengan raihan 22 suara. Dua kandidat lainnya, yaitu Dedi Haryadi dan Iwan Hermawan masing-masing meraih 13 dan 10 suara.
Dari 82 suara, hanya ada enam pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya dan satu suara yang dinyatakan tidak sah karena pemilih melingkari keempat kandidat di kertas suara. Satu kandidat lainnya, yaitu Tisna Sanjaya gagal dipilih karena tidak dapat hadir dalam forum konvensi. “Kang Tisna saat ini masih berada di Singapura. Beliau tidak berhasil mendapat pesawat untuk segera pulang,” kata Koordinator Tim Seleksi Calon Independen, Dan Satriana. (aol)

Filed under: warta bandung

Leave a Reply