Hanya dengan olah rasa dan pikiran, ditunjang berbahan baku dari komponen yang tersedia, berpadu menjadi sebuah karya. Paduan ini berbuah hasil yang dapat ditularkan, dan hasil ciptaanya menjadikan perajin sebagai wirausaha mandiri.
ACE terbilang sukses menekuni usaha kerajinan logam. Tapi tidak lantas puas. Bahkan, dari hasil kreasinya itu, ingin Ia membagi-bagikan resep pembuatan kerajinan logam kepada tetangganya, terutama yang jobless alias tuna karya.
Menceritakan kegiatan usahanya, Ace tampak meletup-letup tanda semangat. Dia optimis, usaha kerajinan logam yang dirintisnya sejak 12 tahun silam akan menjadi besar. Indikasi ke arah itu terlihat dari kian banyaknya relasi di berbagai kota di Tanah Air.
Bahkan di 2009 ini, ia berencana mengekspor ke luar negeri. “Beberapa waktu lalu, saya bertemu eksportir kerajinan Indonesia yang sedang mencari aneka produk, dan mengaku tertarik dengan hasil kerajian saya,” kata Ace, dengan mata berbinar.
Ada beberapa alasan yang membuat pria kelahiran Sukabumi ini, begitu percaya diri menatap masa depan usahanya. Pertama, masih sedikit jumlah perajin logam di Tanah Air, ini berbanding terbalik dengan kebutuhan pasar yang begitu besar.
Kedua, sekalipun industri percetakan logam kian maju, tetap tidak bisa menjawab kebutuhan nilai estetika sebuah kesenian. “Berangkat dari hal itulah, saya optimis usaha kerajinan logam akan terus bangkit,” katanya.
Untuk mewujudkan ambisi membesarkan usaha kerajinan logamnya, menularkan resep pembuatannya kepada orang lain. Dengan cara seperti ini, Ace yakin produksi kerajinan logam akan meningkat.
Pada gilirannya, terbentuk sentra kerajinan logam Kota Bandung. Kini, ada delapan tuna karya direkrut dan diajarkan cara membuat kerajinan logam. Bukan hanya diberi ilmu, ke delapan pemuda tersebut diberi uang makan.
“Mereka sangat senang karena saya karyakan. Yang selalu saya tegaskan kepada mereka adalah, jangan pernah berkhayal untuk cepat dapat duit banyak, melainkan bagaimana caranya kita bisa menciptakan sebuah karya yang bagus,” terangnya.
Itulah yang menguatkannya hingga mendapatkan posisi ekonomi seperti sekarang. Ace bukan satu-satunya perajin. Di keluarganya, ada juga yakni sang kakak. Bahkan, malang melintang di dunia kerajinan logam tradisional.
Menjelaskan obsesinya, dia berencana mendirikan sanggar kerajinan logam di Kota Bandung. Saat ini, baru terdapat di Jogjakarta dan Solo saja. Kota Bandung yang menjadi kota primadona wisatawan, sangat memberi peluang untuk berdirinya sanggar kerajinan tersebut.(***)

Industri Kreatif Berbahan Logam « serba gratis berkata,
Juli 28, 2009 pada 1:19 pm
[...] Kreatif Berbahan Logam Industri Kreatif Berbahan Logam (2) Januari 13, [...]