Hilang…

Duh..Gustiiii...tulung tulung.....

Duh..Gustiiii...tulung tulung.....

Ketika pertama kali bertemu, aku tak sanggup melihat wajah yang tertunduk malu-malu. Aku membiarkannmu, begitu teman teman menghampiri dan mengajakmu, duduk di teras kantor. Dalam gumam, hatiku berkata, siapa gerangan sosok dia yang baru kulihat itu? Dia telah membuatku tertegun memendam asa. Seiring perjalanan waktu, asa itu kian memenuhi relung hatiku. Aku tak tahan dibuatnya. Terlebih ketika kau dengan penuh hati-hati menembakku dengan panah asmara. Lengkaplah rasa itu. Kita menjadi menjadi satu untuk sebuah harapan baru. Segala perhatianmu, adalah api pembakar semangat hidupku. Senyummu adalah oase penyejuk hatiku. Dibanyak kesempatan, kau katakan, aku seorang jagoan yang akan menjagamu dari segala ancaman. Kau tak ragu untuk mengatakan jika aku adalah soulmate yang diutus Tuhan untuk kenyamanan hidupmu. Di suatu siang, di bawah rindangnya pepohonan lembah kenamaan, dengan manja, kau bisikan sebuah kalimat yang membuatku terharu. “Jangan pernah meninggalkanku”. Hatiku sejuk, sesejuk hawa di lembah itu. Keadaan membuat kita tak peduli lagi dengan segala rintangan yang menghujam dari segala arah. Kita sudah bosan dengan segala kenistaan. Kala itu rasanya, cinta kita begitu kuat untuk dipisahkan. Namun kini, semuanya tinggal kenangan. Tapi, kita percaya, rasa itu tidak bisa terhapuskan, hingga bumi ini hancur dimakan zaman.(*)

& Komentar

  1. ziza berkata,

    Juni 6, 2009 pada 2:33 am

    aku ikut merasakan itu a’

  2. Dd berkata,

    Juni 6, 2009 pada 2:36 am

    aduh…kasihan de uwa..


Tulis sebuah Komentar