Februari 26, 2009 • 3:56 pm
Derita Siadiah ,7, yang kulitnya melepuh gara-gara diserang penyakit Stepen Jhonson Syndrome menggegerkan masyarakat. Berita ini sungguh menakutkan. Bagaimana tidak, derita Siswi Madrasah Ibtidaiah (MI) di Kota Depok ini ditengarai setelah menjalani imunisasi sebelumnya. Lantas apa dan bagaimana Stepen Jhonson Syndrom itu? Dr Kusnandi Rusmil, SpA(K) dari Rumah Sakit Hasa Sadikin (RSHS) Bandung mengurainya. Read the rest of this entry »
Filed under: feature
Februari 22, 2009 • 3:37 pm
Berawal dari Botol Plastik, Membuat Mainan Berupa Robot-robotan Sampah bisa menjadi karya seni yang tinggi. Seperti yang dilakukan Evan Driyananda, 22, dan Attina Nuraini, 22, mahasiswa Jurusan Desain Seni Rupa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.
Gedung Himpunan Mahasiswa (Hima) Jurusan Desain Seni Rupa, UPI tampak kontras dengan gedung di sekelilingnya. Yang membedakannya, selain bangunannya agak tua, juga eksterior dan interior gedung tersebut. Dinding beberapa ruangan di situ dihiasi aneka lukisan. Read the rest of this entry »
Filed under: feature
Februari 21, 2009 • 3:50 pm
Rakit Robot untuk Mengambil Sampah Non-organik
Sejak mengeluarkan karya robot-robotan dari sampah beberapa tahun lalu, nama Evan Driyananda, dan Attina Nuraini diperhitungkan para pegiat kesenian di Kota Bandung.
SAAT disinggung mengenai peluang bisnis mainan robot-robotan hasil kreasinya, Evan hanya menjawab datar-datar saja. Tampaknya ia belum bersemangat untuk mengembangkan lebih jauh hasil karyanya yang oleh banyak kalangan dinilai cukup monumental. Read the rest of this entry »
Filed under: feature
Januari 13, 2009 • 10:31 am
Hanya dengan olah rasa dan pikiran, ditunjang berbahan baku dari komponen yang tersedia, berpadu menjadi sebuah karya. Paduan ini berbuah hasil yang dapat ditularkan, dan hasil ciptaanya menjadikan perajin sebagai wirausaha mandiri.
ACE terbilang sukses menekuni usaha kerajinan logam. Tapi tidak lantas puas. Bahkan, dari hasil kreasinya itu, ingin Ia membagi-bagikan resep pembuatan kerajinan logam kepada tetangganya, terutama yang jobless alias tuna karya.
Menceritakan kegiatan usahanya, Ace tampak meletup-letup tanda semangat. Dia optimis, usaha kerajinan logam yang dirintisnya sejak 12 tahun silam akan menjadi besar. Indikasi ke arah itu terlihat dari kian banyaknya relasi di berbagai kota di Tanah Air.
Bahkan di 2009 ini, ia berencana mengekspor ke luar negeri. “Beberapa waktu lalu, saya bertemu eksportir kerajinan Indonesia yang sedang mencari aneka produk, dan mengaku tertarik dengan hasil kerajian saya,” kata Ace, dengan mata berbinar. Read the rest of this entry »
Filed under: feature
Januari 12, 2009 • 11:49 am
Konsumennya, dari Orang Biasa Hingga Pejabat Tinggi.
Kreativitas bukan lagi wacana, tapi sudah menjadi napas yang dihela warga Kota Bandung. Dari olah pikir yang ditransformasikan melalui karya, selangkah maju dan berubah menjadi industri. Satu lagi yang berhasil mengejawantakan kreasinya Ace ZM, perajin logam.

DI sebuah kerumanan massa pendukung sebuah partai di halaman gedung Sabuga ITB kemarin (11/1), terselip sebuah lapak. Karena menjajakan barang relatif unik, lapak itu mendapat perhatian. Ratusan pasang mata mendekati lapak yang memajang kerajinan logam seperti bros, cincin, gelang, lencana, pin, dan pernak-pernik lain.
Sebenarnya tak terlalu istimewa. Namun karena dibuat langsung di lokasi, itulah keunikannya. Tak aneh, warga yang penasaran rela berdesakan
mendekat lapak. Sebagian di antaranya memilih bros partai politik. Lainnya, memilih cincin, kalung, dan barang lainnya.
Tak jauh dari lapak itu, terdapat mesin pemotong sederhana, serta beberapa lempeng kuningan, dan stainless steel, sebagai bahan bakunya. Orang yang menjadi pusat perhatian, sedang fokus mengerjakan bros partai, sembari ditunggui pemesannya. Kehadiran saya, tak langsung disambutnya. Read the rest of this entry »
Filed under: feature
Desember 23, 2008 • 3:53 pm
Bawa Bayi ke Tempat Praktik, Sejam Sekali Menyusui
MENJADI wanita karir, tentu tidak harus meninggalkan kewajiban sebagai ibu rumah tangga, seperti memberikan hak si buah hati mendapatkan air susu ibu (ASI). Andai saja ada kemauan itu, tentu bisa, separti halnya yang dilakoni dr. Delle Heliani Amali, Sp.O.G.,49, yang bekerja di RS Al Islam Bandung.

dr. Delle bersama keluarga tercinta. foto by I Gde K Agung W
Saat saya tiba di ruang kerja dr. Delle, di ruang RS Al Islam tiga hari lalu, yang bersangkutan sedang tidak ada di sana. “Bu dokternya sedang mendiagnosa pasien dulu mas, tunggu sebentar,” kata seorang petugas di sana.
Di Ruangan kerjanya, saya melihat, ada dua anak kecil dan babysister-nya. Menurut sang babysister, anak-anak itu adalah anak kandung dr. Delle.
Beberapa menit kemudian, dokter Delle muncul dan langsung memperkenalkan semua orang yang ada di ruangan kerjanya itu. “Beginilah saya, bekerja sambil bawa anak,” katanya.
Jebolan kedokteran spesialis kandungan dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung ini memiliki kebiasaan yang layak diacungi jempol. Kebiasaan ibu tiga anak ini patut dicontoh wanita karir lainnya. Itu adalah kebiasaan dia membawa si buah hatinya ke tempat prakteknya. Read the rest of this entry »
Filed under: feature
Desember 22, 2008 • 2:28 pm
Awalnya Terdesak Kebutuhan Dapur, Kini Jadi Enjoy
BAGI sebagian perempuan, bekerja di tempat yang didominasi kaum laki-laki sungguh merupakan kenaifan. Seperti yang dialami Neneng YS, 44, seorang jasa pencari penumpang (calo) angkutan kota (angkot) jurusan Stasiun Hall-Ciumbuleuit. Namun kini Ibu dua anak sudah bisa menikmati pekerjaan ini.

Neneng YS,44,calo angkot di Sukajadi Kota Bandung. foto by olih solihin
Di tempat mangkal angkot jurusan Stasiun Hall- Ciumbuleuit, di Jalan Sederhana Sukajadi hanya ada seorang jasa pencari penumpang (calo). Ia adalah Neneng YS ,44, ibu dua putri sekaligus nenek dua cucu yang sudah lama mencari peruntungan dengan menjadi calo angkot.
Dilihat dari penampilannya, nyaris tak kelihatan, kalau perempuan tersebut sebagai calo angkot.
Mengenakan kaus abu-abu ketat, celana jeans ketat pula. Tak lupa, ia juga ber-make-up, rambutnya diikat, sehingga tampak modis. Read the rest of this entry »
Filed under: feature
Desember 20, 2008 • 2:17 pm
ENTAH karena pengaruh Hegemoni penyetaraan jender atau karena kebutuhan hidup, banyak kaum perempuan ‘perkasa’ mengambil peran kaum laki-laki. Dari mulai jabatan strategis, hingga kerja serabutan selalu ada peran mereka di sana.
——————————————————————————-

Ida Nurnaningsih, 38, seorang tukang parkir di Cikapundung foto by olih solihin
Bagi Anda yang pernah memarkir kendaraan di area parkir Cikapundung – Tempat distribusi Koran dan majalah- tentu sering bertemu sosok tukang parkir perempuan. Sosok perempuan ‘maskulin’ ini pasti selalu dijumpai di sana, maklum sejak pagi hingga sore hari sudah nyanggong si sana.
Sosok tersebut adalah Ida Nurnaningsih ,38, yang mengaku sudah terjun di sana sejak tujuh tahun silam. Terjun ke parkiran, di bawa sang suami Johar yang kebetulan bekerja di area terminal Koran tersebut. Read the rest of this entry »
Filed under: feature , parkir
Desember 13, 2008 • 11:14 am
Salah satu strategi yang dilakukan Tobucil & Klabs dalam menancapkan brand imej baik di masyarakat, dilakukan lewat blog. Segala informasi terkait disajikan di sebuah blog yang dikelola khusus seorang relawannya.
Olih Solihin
———————————————————————————————–

kegiatan merajut. foto by atang rachman/radar bandung
SAAT saya menyambangi Tobucil & Klabs beberapa waktu lalu, di sana tampak lengang dari pengunj
ung. Di halaman depan, tepatnya di lokasi klab ada dua laki-laki dan seorang perempuan. Yang laki-laki tampak asyik menikmati hidangan kopi, sambil mengobrol, sedangkan yang perempuannya tampak serius dengan laptopnya.
Belakangan diketahui perempuan muda tersebut adalah Sundea, pengelola blog Tobucil. Sarjana Sastra Indonesia Universitas Padjadjaran Bandung ini mengaku mulai bergabung dengan Tobucil & Klabs sejak Februari 2008. Read the rest of this entry »
Filed under: feature, lintas media
Komentar Terakhir