<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>DAGO BARAT</title>
	<atom:link href="http://seeuwa.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://seeuwa.wordpress.com</link>
	<description>saya merasa dari dago barat perubahan itu dimulai...</description>
	<lastBuildDate>Thu, 15 Oct 2009 14:49:31 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='seeuwa.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/864ca18d8a9819b397f5539cca86e498?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>DAGO BARAT</title>
		<link>http://seeuwa.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>pasti ada penyebabnya&#8230;</title>
		<link>http://seeuwa.wordpress.com/2009/10/15/pasti-ada-penyebabnya/</link>
		<comments>http://seeuwa.wordpress.com/2009/10/15/pasti-ada-penyebabnya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 14:48:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hallouwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seeuwa.wordpress.com/?p=633</guid>
		<description><![CDATA[
Kenapa yah, jadi malas banget belakangan ini&#8230;.?

       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seeuwa.wordpress.com&blog=2050772&post=633&subd=seeuwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote>
<h1 style="text-align:center;"><strong><span style="color:#ff0000;">Kenapa yah, jadi malas banget belakangan ini&#8230;.?</span></strong></h1>
</blockquote>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/seeuwa.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/seeuwa.wordpress.com/633/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/seeuwa.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/seeuwa.wordpress.com/633/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/seeuwa.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/seeuwa.wordpress.com/633/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/seeuwa.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/seeuwa.wordpress.com/633/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/seeuwa.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/seeuwa.wordpress.com/633/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seeuwa.wordpress.com&blog=2050772&post=633&subd=seeuwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seeuwa.wordpress.com/2009/10/15/pasti-ada-penyebabnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6b8c185fed3708392c43e166692bc64c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hallouwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>teteh&#8230;</title>
		<link>http://seeuwa.wordpress.com/2009/09/02/teteh/</link>
		<comments>http://seeuwa.wordpress.com/2009/09/02/teteh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 17:48:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hallouwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seeuwa.wordpress.com/?p=631</guid>
		<description><![CDATA[Selalu saja nggak mau beresiko. Halah..masa terus begitu? teteh teteh&#8230;kamu teh mani suka keras kepala begitu.  Begini ajah atuh, tak usah lompat begitu kencang sebagaimana aku mintakan, tapi melompatlah pelan tapi kontinyu. gimana? mau kan seperti itu?. Lagian itu bukan untuk siapa-siapa, melainkan untukmu juga.
Atau mungkin, pepatahku terlalu sulit dimengerti? . Cape deh, kalau memang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seeuwa.wordpress.com&blog=2050772&post=631&subd=seeuwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Selalu saja <em>nggak</em> mau beresiko. Halah..masa terus begitu? teteh teteh&#8230;kamu teh mani suka keras kepala begitu.  Begini ajah atuh, tak usah lompat begitu kencang sebagaimana aku mintakan, tapi melompatlah pelan tapi kontinyu. gimana? mau kan seperti itu?. Lagian itu bukan untuk siapa-siapa, melainkan untukmu juga.<br />
Atau mungkin, pepatahku terlalu sulit dimengerti? . Cape deh, kalau memang begitu. Mungkin aku harus belajar lagi, gimana mempersuasi orang ya&#8230;<br />
Entahlah, mana yang benar, aku atah tetah, biarlah itu berjalan saja, sampe jawabannya ketemu. Hanya saja, pesanku, buka dan terus buka pikiran itu, sampai masuk ke wilayah kepahaman. Agar main kita jadi terang benderang kitu tah teteh&#8230;<br />
Jadilan lentur, bukan keras..biar tak patah-patah. Karena patah, menyakitkan pastinya. Oke nDA&#8230;.!!</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/seeuwa.wordpress.com/631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/seeuwa.wordpress.com/631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/seeuwa.wordpress.com/631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/seeuwa.wordpress.com/631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/seeuwa.wordpress.com/631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/seeuwa.wordpress.com/631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/seeuwa.wordpress.com/631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/seeuwa.wordpress.com/631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/seeuwa.wordpress.com/631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/seeuwa.wordpress.com/631/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seeuwa.wordpress.com&blog=2050772&post=631&subd=seeuwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seeuwa.wordpress.com/2009/09/02/teteh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6b8c185fed3708392c43e166692bc64c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hallouwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kurang lebih seperti&#8230;</title>
		<link>http://seeuwa.wordpress.com/2009/09/02/kurang-lebih-seperti/</link>
		<comments>http://seeuwa.wordpress.com/2009/09/02/kurang-lebih-seperti/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 17:34:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hallouwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seeuwa.wordpress.com/?p=629</guid>
		<description><![CDATA[Tak muluk-muluk mauku. Biasa aja,sebagaimana umumnya. Kalimat ini benar-benar merasuki jiwaku, setelah belajar kehidupan selama 25 tahun lamanya.  Ternyata hidup itu ada fasenya, dan tak ada yang paling indah kecuali berjalan difase semestinya. Setidaknya itulah pikirku saat ini.
Mauku itu kenyamanan.  Bisa nyaman tentu tak melulu kasat mata ukurannya, kehidmatan berhubungan, kedewasaan, kesamaan visi misi barangkali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seeuwa.wordpress.com&blog=2050772&post=629&subd=seeuwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tak muluk-muluk mauku. Biasa aja,sebagaimana umumnya. Kalimat ini benar-benar merasuki jiwaku, setelah belajar kehidupan selama 25 tahun lamanya.  Ternyata hidup itu ada fasenya, dan tak ada yang paling indah kecuali berjalan difase semestinya. Setidaknya itulah pikirku saat ini.<br />
Mauku itu kenyamanan.  Bisa nyaman tentu tak melulu kasat mata ukurannya, kehidmatan berhubungan, kedewasaan, kesamaan visi misi barangkali itulah yang paling utama. Artinya, aku tak lagi mencari sestau di batas kemampuan.<br />
Sekalipun kerap kali-dulu- aku selalu berujar, tak mungkin aku melakukan sesuatu yang batinku tak sreg atas sesuatu itu. Tapi, itu dulu. Kini ceritanya jadi lain, lebih menyandarkan pada rasio. Mau tak mau, suka tak suka, jika itu memang terbaik untukku ya harus diambil, dijalankan dan disyukuri. Itu saja beres!. <span id="more-629"></span><br />
Ah, hidup memang ada masanya. Menang dan kalah, tergantung dari mana memandangnya. Tangis dan senyumpun tergantung hasratku. Kalau mau menangis sedih jalan seperti anu, mau tersenyum jalannya seperti anu. Jalan hidup dengan bingkai fikroh yang benar, selalu menemkan jalan yang benar itu; begitulah aksiomanya.<br />
Aku mau, menjadi yang terbaik untuk rasa ini, rasa yang tuma&#8217;ninah ditaburi keberkahan. Namun, akupun tak harus berbohong, jikalau dada sering sesak melihat realita yang tak nyambung dengan mauku. Hanya bersandar pada keyakinan hakikilah, rasa nerima itu kudapati. Dengan catatan, segela yang diraih dilalui usaha yang tak sederhana. Ya, memang kewajibanku-manusia- hanya sebatas usaha. Hasil ada pada wilayah Robbi.<br />
Soal mauku lagi. Aku mau nyaman, dengan apa yang kuraih sekarang. Aku hanya minta, bersikaplah sebagaimana mestinya. Jika saja, kerap kali menceritakan orang sukses di hdapannmu, itu semata karena pembelajaran. Bahwa kita memang selalu harus belajar dari masa lalu, bagaimanapun jalan masa itu. Kelam, ya kelam..cerah ya, cerah, tetap keduanya jadi pelajaran.<br />
Memang aku bukanlan lelaki sempurna, tapi aku selalu berniat untuk mewujudkan kesempurnaan, dengan segala potensi yang ada. Makanya dibanyak kesempatan, aku selalu bercerita  padamu: soal keberhasilan orang lain, kesalehan orang lain yang tentunya pantas dijadikan pelajaran.(*)<br />
wallahu&#8217;alam&#8230;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/seeuwa.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/seeuwa.wordpress.com/629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/seeuwa.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/seeuwa.wordpress.com/629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/seeuwa.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/seeuwa.wordpress.com/629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/seeuwa.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/seeuwa.wordpress.com/629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/seeuwa.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/seeuwa.wordpress.com/629/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seeuwa.wordpress.com&blog=2050772&post=629&subd=seeuwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seeuwa.wordpress.com/2009/09/02/kurang-lebih-seperti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6b8c185fed3708392c43e166692bc64c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hallouwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Itu itu lagi&#8230;</title>
		<link>http://seeuwa.wordpress.com/2009/07/22/itu-itu-lagi/</link>
		<comments>http://seeuwa.wordpress.com/2009/07/22/itu-itu-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2009 17:04:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hallouwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seeuwa.wordpress.com/?p=621</guid>
		<description><![CDATA[Aku lupa, waktu itu sudah lama meninggalkanku.  Tapi, soal lama dan tidak memang tergantung dikontruksikannya. Dan aku termasuk yang mengkontruksikan sebentar, alih-alih berharap akan hal yang tak pasti. Ya, sama sekali hanya halusinasi, masa itu, yakni masa dimana segalanya indah dirasa. Indah, karena sebelumnya rasa itu kacau balau, cemas, dan frustasi berat. Untung masih sadar.
Aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seeuwa.wordpress.com&blog=2050772&post=621&subd=seeuwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Aku lupa, waktu itu sudah lama meninggalkanku.  Tapi, soal lama dan tidak memang tergantung dikontruksikannya. Dan aku termasuk yang mengkontruksikan sebentar, alih-alih berharap akan hal yang tak pasti. Ya, sama sekali hanya halusinasi, masa itu, yakni masa dimana segalanya indah dirasa. Indah, karena sebelumnya rasa itu kacau balau, cemas, dan frustasi berat. Untung masih sadar.<br />
Aku selalu merindukan masa itu datang kembali. Aku tak pernah akan mengulangi kesalahan yang menyebabkan rasa ini menderita, akut. Bukan tanpa alasan, toh kalau saja kala itu ada keberanian untuk bahagia atau mati, mungkin ceritanya tidak akan seperti saat ini. Berharap yang tak pasti.<span id="more-621"></span><br />
Adalah sebuah lagu, yang pernah menemani malamku sewaktu tugas di Bogor, mengingatkan akan masa itu lagi. Ya,cuma lagu, tapi efeknya luar biasa bagi rasa ini.  Di suatu malam, empat tahun lalu, di sebuah kamar asrama mahasiswa Banten, aku menuliskan sebuah harapan. Malam berikutnya, ku kirim tulisan itu lewat e-mail.<br />
Satu minggu berikutnya, tulisan tersebut aku satukan dengan tulisan refleksi lain, untuk sebuah buku alakadarnya. Bundel tulisan itu, ternyata aku berikan untuk menemani perjalanannya silatuhami keluarga. Empat hari berikutnya, sepulang dari perjalanan dirinya, sebuah malapetaka tiba.<br />
Itu setelah semuanya diketahui kedua orang tua. Ya, cemas mulai datang,dan mengisi hari dan malamku. &#8230;.<br />
Masih seputar yang itu itu lagi, selalu hadir di saat keterpurukan menghampiri kehidupanku. Rasanya, oase itu ingin kembali menyejukan hatiku. Menjadi api pembakar semangat lagi. Namun sayang, inilah yang dinamakan khayalan. Karena semuanya bukan lagi masanya. masa itu sudah lewat. Kini, aku harus fokus padanya. Terhadap ini semua, aku tak punya kuasa. Karenanya hanya kepada Allah semua akan kupanjatkan, jalan terbaik bagiku, dan baginya. Tuhan kenapa itu itu lagi&#8230;***</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/seeuwa.wordpress.com/621/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/seeuwa.wordpress.com/621/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/seeuwa.wordpress.com/621/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/seeuwa.wordpress.com/621/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/seeuwa.wordpress.com/621/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/seeuwa.wordpress.com/621/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/seeuwa.wordpress.com/621/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/seeuwa.wordpress.com/621/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/seeuwa.wordpress.com/621/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/seeuwa.wordpress.com/621/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seeuwa.wordpress.com&blog=2050772&post=621&subd=seeuwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seeuwa.wordpress.com/2009/07/22/itu-itu-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6b8c185fed3708392c43e166692bc64c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hallouwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>bukan aku dan kau tapi kita</title>
		<link>http://seeuwa.wordpress.com/2009/06/08/merasa-bersalah-4/</link>
		<comments>http://seeuwa.wordpress.com/2009/06/08/merasa-bersalah-4/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 14:21:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hallouwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seeuwa.wordpress.com/2009/06/08/merasa-bersalah-4/</guid>
		<description><![CDATA[Dari banyak hal yang sudah menerpa kita, akhirnya merujuk pada kesimpulan minor.Selama ini keegoisan itu, selalu tampak ada padamu. Namun, itu salah, ternyata kebalikannya. Kusadari, pemaksaan sebuah karakter baru, selalu dihembuskan. Mungkin kau merasa jemu, karena itu sejatinya bukan kamu. Di banyak kesempatan, kau katakan, hanya bisa hidup menjadi dirimu sendiri. Tak layak untuk untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seeuwa.wordpress.com&blog=2050772&post=615&subd=seeuwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dari banyak hal yang sudah menerpa kita, akhirnya merujuk pada kesimpulan minor.Selama ini keegoisan itu, selalu tampak ada padamu. Namun, itu salah, ternyata kebalikannya. Kusadari, pemaksaan sebuah karakter baru, selalu dihembuskan. Mungkin kau merasa jemu, karena itu sejatinya bukan kamu. Di banyak kesempatan, kau katakan, hanya bisa hidup menjadi dirimu sendiri. Tak layak untuk untuk dibandingkan dengan siapapun, terlebih dengan orang-orang yang sempat mengisi kehidupanku. Kau memang bukan dirinya. Rentang usia kita, bukan alasan untuk selalu dibwa ke permukaan. Tapi, kalau fakta ini disikapi dengan penuh rasa syukur, tentu membuahkn rahmat bagi kita. Wah..tetah, lebih baik kita jalani dengan penuh kesungguhan. Ibadah harus selalu melandasi perjalanan itu, mengingat, kita ini lemah.<span id="more-615"></span><br />
Namun demikian tentu tak ada salah bila segala yang baik dari mereka, dijadikan bahan memoles kesalehan dirimu. Karena dari sebagian mereka, ada banyk hikmah yang telah ditorehkan dalam perjalanan wakutuku.<br />
Di suatu malam, saat aku pulang bekerja,aku jadi gelagapan. Dari kantor, setumpuk masalah hinggap dikepala. Mau hati curhat padamu, namun sayang kamunya tiada. Karenanya, malampun resah, tanpa solusi. Keberadaanmu disisiku, selalu kunantikan. Hanya Tuhan belum sampai memberi kita jalan untuk itu.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/seeuwa.wordpress.com/615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/seeuwa.wordpress.com/615/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/seeuwa.wordpress.com/615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/seeuwa.wordpress.com/615/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/seeuwa.wordpress.com/615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/seeuwa.wordpress.com/615/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/seeuwa.wordpress.com/615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/seeuwa.wordpress.com/615/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/seeuwa.wordpress.com/615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/seeuwa.wordpress.com/615/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seeuwa.wordpress.com&blog=2050772&post=615&subd=seeuwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seeuwa.wordpress.com/2009/06/08/merasa-bersalah-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6b8c185fed3708392c43e166692bc64c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hallouwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hilang&#8230;</title>
		<link>http://seeuwa.wordpress.com/2009/05/23/hilang/</link>
		<comments>http://seeuwa.wordpress.com/2009/05/23/hilang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 May 2009 17:49:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hallouwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Hilang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seeuwa.wordpress.com/?p=604</guid>
		<description><![CDATA[
Ketika pertama kali bertemu, aku tak sanggup melihat wajah yang tertunduk malu-malu. Aku membiarkannmu, begitu teman teman menghampiri dan mengajakmu, duduk di teras kantor. Dalam gumam, hatiku berkata, siapa gerangan sosok dia yang baru kulihat itu? Dia telah membuatku tertegun memendam asa. Seiring perjalanan waktu, asa itu kian memenuhi relung hatiku. Aku tak tahan dibuatnya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seeuwa.wordpress.com&blog=2050772&post=604&subd=seeuwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 127px"><img class="size-thumbnail wp-image-609" title="cetak8" src="http://seeuwa.files.wordpress.com/2009/05/cetak82.jpg?w=117&#038;h=150" alt="Duh..Gustiiii...tulung tulung....." width="117" height="150" /><p class="wp-caption-text">Duh..Gustiiii...tulung tulung.....</p></div>
<p>Ketika pertama kali bertemu, aku tak sanggup melihat wajah yang tertunduk malu-malu. Aku membiarkannmu, begitu teman teman menghampiri dan mengajakmu, duduk di teras kantor. Dalam gumam, hatiku berkata, siapa gerangan sosok dia yang baru kulihat itu? Dia telah membuatku tertegun memendam asa. Seiring perjalanan waktu, asa itu kian memenuhi relung hatiku. Aku tak tahan dibuatnya. Terlebih ketika kau dengan penuh hati-hati menembakku dengan panah asmara. Lengkaplah rasa itu. Kita menjadi menjadi satu untuk sebuah harapan baru. Segala perhatianmu, adalah api pembakar semangat hidupku. Senyummu adalah oase penyejuk hatiku. Dibanyak kesempatan, kau katakan, aku seorang jagoan yang akan menjagamu dari segala ancaman. Kau tak ragu untuk mengatakan jika aku adalah soulmate yang diutus Tuhan untuk kenyamanan hidupmu. <span id="more-604"></span>Di suatu siang, di bawah rindangnya pepohonan lembah kenamaan, dengan manja, kau bisikan sebuah kalimat yang membuatku terharu. “Jangan pernah meninggalkanku”. Hatiku sejuk, sesejuk hawa di lembah itu. Keadaan membuat kita tak peduli lagi dengan segala rintangan yang menghujam dari segala arah. Kita sudah bosan dengan segala kenistaan. Kala itu rasanya, cinta kita begitu kuat untuk dipisahkan. Namun kini, semuanya tinggal kenangan. Tapi, kita percaya, rasa itu tidak bisa terhapuskan, hingga bumi ini hancur dimakan zaman.(*)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/seeuwa.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/seeuwa.wordpress.com/604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/seeuwa.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/seeuwa.wordpress.com/604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/seeuwa.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/seeuwa.wordpress.com/604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/seeuwa.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/seeuwa.wordpress.com/604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/seeuwa.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/seeuwa.wordpress.com/604/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seeuwa.wordpress.com&blog=2050772&post=604&subd=seeuwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seeuwa.wordpress.com/2009/05/23/hilang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6b8c185fed3708392c43e166692bc64c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hallouwa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://seeuwa.files.wordpress.com/2009/05/cetak82.jpg?w=117" medium="image">
			<media:title type="html">cetak8</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dirimu tahu?</title>
		<link>http://seeuwa.wordpress.com/2009/05/21/dirimu-tahu/</link>
		<comments>http://seeuwa.wordpress.com/2009/05/21/dirimu-tahu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 May 2009 14:21:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hallouwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seeuwa.wordpress.com/2009/05/21/dirimu-tahu/</guid>
		<description><![CDATA[Love is that condition in which the happiness of another person is essential to your own&#8230;
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seeuwa.wordpress.com&blog=2050772&post=600&subd=seeuwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p><img class="alignleft size-medium wp-image-601" title="dirimu" src="http://seeuwa.files.wordpress.com/2009/05/dirimu.jpg?w=258&#038;h=300" alt="dirimu" width="258" height="300" /><strong><span style="color:#ff6600;">Love is that condition in which the happiness of another person is essential to your own&#8230;</span></strong></p></blockquote>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/seeuwa.wordpress.com/600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/seeuwa.wordpress.com/600/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/seeuwa.wordpress.com/600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/seeuwa.wordpress.com/600/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/seeuwa.wordpress.com/600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/seeuwa.wordpress.com/600/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/seeuwa.wordpress.com/600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/seeuwa.wordpress.com/600/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/seeuwa.wordpress.com/600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/seeuwa.wordpress.com/600/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seeuwa.wordpress.com&blog=2050772&post=600&subd=seeuwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seeuwa.wordpress.com/2009/05/21/dirimu-tahu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6b8c185fed3708392c43e166692bc64c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hallouwa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://seeuwa.files.wordpress.com/2009/05/dirimu.jpg?w=258" medium="image">
			<media:title type="html">dirimu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wagub Jabar, Dede Yusuf, Pencetus Film Bandung Lautan Api (2-habis)</title>
		<link>http://seeuwa.wordpress.com/2009/03/02/wagub-jabar-dede-yusuf-pencetus-film-bandung-lautan-api-2-habis/</link>
		<comments>http://seeuwa.wordpress.com/2009/03/02/wagub-jabar-dede-yusuf-pencetus-film-bandung-lautan-api-2-habis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2009 16:23:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hallouwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[feature]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seeuwa.wordpress.com/?p=585</guid>
		<description><![CDATA[Sowan ke Pelaku BLA, Masih Bingung tentang Format Film
 
FILM Bandung Lautan Api (BLA) yang rencananya diproduksi tahun ini masih belum sampai pada penetuan format. Apakah menjadi film dokumenter yang merepresentasikan semangat juang warga Bandung, komersial, atau dokumenter yang komersial.  
Memproduksi sebuah film tentunya bukanlah pekerjaan yang gampang. Terlebih jika film tersebut mengambil latar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seeuwa.wordpress.com&blog=2050772&post=585&subd=seeuwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Sowan ke Pelaku BLA, Masih Bingung tentang Format Film</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"><img class="alignleft size-medium wp-image-593" title="dede-yusuf_f_695_f_337" src="http://seeuwa.files.wordpress.com/2009/03/dede-yusuf_f_695_f_337.jpg?w=253&#038;h=190" alt="dede-yusuf_f_695_f_337" width="253" height="190" />FILM Bandung Lautan Api (BLA) yang rencananya diproduksi tahun ini masih belum sampai pada penetuan format. Apakah menjadi film dokumenter<span> </span>yang merepresentasikan semangat juang warga Bandung, komersial, atau dokumenter yang komersial. <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Memproduksi sebuah film tentunya bukanlah pekerjaan yang gampang. Terlebih jika film tersebut mengambil latar sejarah perjuangan bangsa. Salah-salah menggambarkan sejarah masa lampau, bisa menyesatkan persepsi masyarakat tentang kejadian yang sebenarnya di kala itu.<span> </span>Kemungkinan lainnya bisa saja digugat atau diprotes pihak yang merasa dirugikan karena jalan ceritanya yang parsial.<span id="more-585"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Menyadari hal itu, pencetus film BLA Dede Yusuf sangat teliti dalam mengumpulkan semua gagasan terkait rencana produksi film itu. Karena itu, Wagub yang juga artis beken di eranya itu mengaku akan segera <em>sowan</em> kepada para pelaku BLA yang masih hidup. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Dede percaya, keterangan pelaku jauh lebih akurat. ’’Ada beberapa tokoh BLA yang masih hidup. Dan beliau-beliau itu akan kita libatkan dalam proses pengumpulan bahan cerita film,” ungkap Dede.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Terkait rencana pembuatan film ini Dede telah berkonsultasi dengan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. Sekalipun – kalau urusan film ia lebih ahli ketimbang Heryawan, Dede mengaku butuh masukan dari gubernur. Apalagi rencana pendanaan film ini juga diambil dari APBD. Namun hingga kini belum sampai pada ketuk palu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Pun demikian, Dede juga telah merapat ke DPRD Jabar. ’’Tapi sifatnya baru ngobrol-ngobrol biasa saja. Saya lihat mereka respon banget dengan rencana itu,” ungkapnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Lebih lanjut Dede mengungkapkan, dirinya masih kebingungan menentukan format film BLA. Bagaimanapun sebuah film harus diterima pasar dengan baik. Selain memberikan fungsi menghibur, film juga harus mendidik masyarakat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Tiga alternatif format film BLA sudah ada dibenak Dede. Itu adalah film dokumenter, komersial, dan dokumenter yang komersial. Kecenderungan yang akan diambil adalah yang berformat dokumenter komersial. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Kenapa? Film BLA harus bisa menggairahkan dunia perfilman Tanah Air. Sebagai seorang pelaku, Dede mengaku bertanggung jawab secara moril untuk memajukan dunia perfilman. Sedangkan soal dokumenter, jelas BLA merupakan sejarah perjuangan rakyat Bandung melawan kolonial.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Dede menginginkan film BLA nantinya bisa merepresentasikan perjuangan warga Bandung khususnya, dan Jawa Barat umumnya. ’’Sebagai orang Sunda, saya mau banget, kalau film BLA itu mampu menggambarkan bagaimana orangtua kita dulu berjuang,” terangnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>(*)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/seeuwa.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/seeuwa.wordpress.com/585/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/seeuwa.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/seeuwa.wordpress.com/585/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/seeuwa.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/seeuwa.wordpress.com/585/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/seeuwa.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/seeuwa.wordpress.com/585/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/seeuwa.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/seeuwa.wordpress.com/585/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seeuwa.wordpress.com&blog=2050772&post=585&subd=seeuwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seeuwa.wordpress.com/2009/03/02/wagub-jabar-dede-yusuf-pencetus-film-bandung-lautan-api-2-habis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6b8c185fed3708392c43e166692bc64c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hallouwa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://seeuwa.files.wordpress.com/2009/03/dede-yusuf_f_695_f_337.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">dede-yusuf_f_695_f_337</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wagub Jabar, Dede Yusuf, Pencetus Film Bandung Lautan Api (1)</title>
		<link>http://seeuwa.wordpress.com/2009/03/01/wagub-jabar-dede-yusuf-pencetus-film-bandung-lautan-api-1/</link>
		<comments>http://seeuwa.wordpress.com/2009/03/01/wagub-jabar-dede-yusuf-pencetus-film-bandung-lautan-api-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Mar 2009 16:32:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hallouwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seeuwa.wordpress.com/2009/03/01/wagub-jabar-dede-yusuf-pencetus-film-bandung-lautan-api-1/</guid>
		<description><![CDATA[
Peristiwa Heroik Lawan Penjajah, Berharap Bangkitkan Patriotisme Generasi Muda
 
Pernyataan Dede Yusuf terkait rencana pembuatan film Bandung Lautan Api (BLA) bukan wacana belaka. Wakil Gubernur Jabar yang juga bintang film laga ini benar-benar ingin mewujudkannya. Konsultasi dengan insan perfilman sudah dilakukannya, bahkan biaya pembuatan mulai dianggarkan.
 
 
Menemui Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf di tengah-tengah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seeuwa.wordpress.com&blog=2050772&post=588&subd=seeuwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"><strong>Peristiwa Heroik Lawan Penjajah, Berharap Bangkitkan Patriotisme Generasi Muda</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"><strong><img class="alignleft size-full wp-image-596" title="bla-1946" src="http://seeuwa.files.wordpress.com/2009/03/bla-1946.jpg?w=262&#038;h=162" alt="bla-1946" width="262" height="162" /></strong></span><span style="font-family:&quot;">Pernyataan Dede Yusuf terkait rencana pembuatan film Bandung Lautan Api (BLA) bukan<span> </span>wacana belaka.<span> </span>Wakil Gubernur Jabar yang juga bintang film laga ini benar-benar ingin mewujudkannya. Konsultasi dengan insan perfilman sudah dilakukannya, bahkan</span><span style="font-family:&quot;"> biaya pembuatan mulai dianggarkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Menemui Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf di tengah-tengah kesibukannya menerima beberapa orang menteri dari Jakarta, bukan hal gampang. Maklum ia harus tetap di ruangan menemani tamunya itu. <em>Radar Bandung</em> baru bisa menemuinya, sekitar pukul 15.30 kemarin, seusai sang menteri berpamitan pulang<span id="more-588"></span>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">&#8220;Apa yang mau ditanyakan?&#8221; tanya dia dengan nada lelah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Saat mengetahui pertanyaan itu adalah rencana pembuatan film BLA, ia tampak semangat. Dede menjelaskan, ide pembuatan film BLA itu datang darinya. Peristiwa BLA yang menurut sejarah sebagai salah satu peristiwa heroik melawan penjajah Sekutu Belanda. Itulah yang mendorong pemikiran Dede mulai mewacanakan pembuatan film BLA tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Motivasi lainnya, sebagai keturunan Sunda Dede mengaku mempunyai tanggung jawab moril terhadap sejarah para leluhurnya. Terlebih kini, ia sebagai salah seorang otorisator di Gedung Sate. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">&#8220;Saya ingin memanfaatkan momen ini untuk melahirkan karya nyata bagi masyarakat, salah satunya adalah membuat film Bandung Lautan Api yang diharapkan bisa membangkitkan patriotisme generasi mendatang,&#8221; ungkap Dede.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Sebagai bintang film, Dede paham betul apa yang harus ia lakukan. Setelah sempat melaporkan ide ini kepada Gubernur Ahmad Heryawan, langkah berikutnya adalah mengumpulkan gagasan yang hendak ditampilkan dalam alur film nanti. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Bagi dia pengumpulan gagasan jauh lebih penting ketimbang urusan lainnya. Gagasan itulah yang memberikan gambaran untuk menentukan spot film. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Nah, untuk menemukan gagasan-gagasan itu, pihaknya akan mengumpulkan akademisi, para pelaku sejarah yang masih ada, dan melengkapinya dengan literatur yang ada saat ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">&#8220;Untuk membuat film yang bercerita sejarah gampang-gampang susah. Kita harus melihat respon dari masyarakat juga,&#8221; tuturnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Dede juga mengaku mulai menghitung biaya produksi film tersebut. Sekalipun ia adalah pelaku perfilman, tapi soal perhitungan biaya, lanjutnya, kurang mengusai penuh. Karena itu, ia akan sonding dulu ke insan perfilman sekaligus dengan rumah produksinya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Untuk itu, dalam waktu dekat ia akan ke PT Kharisma Jabar Film di Bandung. Perusahaan perfilman terbesar di Jabar ini adalah milik Chand Parwez Servia salah seorang sineas papan atas. &#8220;Perkiraan awal, kerja sama akan dilakukan dengan PT. Kharisma Jabar Film. Lagian kita juga sudah dekat dengan bosnya, yaitu Chand Parwez Servia,&#8221; ungkapnya. (*)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/seeuwa.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/seeuwa.wordpress.com/588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/seeuwa.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/seeuwa.wordpress.com/588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/seeuwa.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/seeuwa.wordpress.com/588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/seeuwa.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/seeuwa.wordpress.com/588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/seeuwa.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/seeuwa.wordpress.com/588/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seeuwa.wordpress.com&blog=2050772&post=588&subd=seeuwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seeuwa.wordpress.com/2009/03/01/wagub-jabar-dede-yusuf-pencetus-film-bandung-lautan-api-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6b8c185fed3708392c43e166692bc64c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hallouwa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://seeuwa.files.wordpress.com/2009/03/bla-1946.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bla-1946</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dr Kusnandi Rusmil, SpA(K) Giat Perangi Stepen Jhonson Syndrom</title>
		<link>http://seeuwa.wordpress.com/2009/02/26/dr-kusnandi-rusmil-spak-giat-perangi-stepen-jhonson-syndrom/</link>
		<comments>http://seeuwa.wordpress.com/2009/02/26/dr-kusnandi-rusmil-spak-giat-perangi-stepen-jhonson-syndrom/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Feb 2009 15:56:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hallouwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[feature]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seeuwa.wordpress.com/2009/02/26/dr-kusnandi-rusmil-spak-giat-perangi-stepen-jhonson-syndrom/</guid>
		<description><![CDATA[Derita Siadiah ,7, yang kulitnya melepuh gara-gara diserang penyakit Stepen Jhonson Syndrome menggegerkan masyarakat. Berita ini sungguh menakutkan. Bagaimana tidak, derita Siswi Madrasah Ibtidaiah (MI) di Kota Depok ini ditengarai setelah menjalani imunisasi sebelumnya. Lantas apa dan bagaimana Stepen Jhonson Syndrom itu? Dr Kusnandi Rusmil, SpA(K) dari Rumah Sakit Hasa Sadikin (RSHS) Bandung mengurainya.
Dr. Kusnandi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seeuwa.wordpress.com&blog=2050772&post=580&subd=seeuwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Derita Siadiah ,7, yang kulitnya melepuh gara-gara diserang penyakit Stepen Jhonson Syndrome menggegerkan masyarakat. Berita ini sungguh menakutkan. Bagaimana tidak, derita Siswi Madrasah Ibtidaiah (MI) di Kota Depok ini ditengarai setelah menjalani imunisasi sebelumnya. Lantas apa dan bagaimana <span style="font-family:&quot;" lang="EN-GB">Stepen Jhonson Syndrom itu? <em><span style="font-family:&quot;font-style:normal;">Dr Kusnandi</span></em> Rusmil, SpA(K) dari Rumah Sakit Hasa Sadikin (RSHS) Bandung mengurainya.<span id="more-580"></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Dr.</span><em><span style="font-family:&quot;font-style:normal;" lang="EN-GB"> Kusnandi</span></em><span lang="EN-GB"> Rusmil begitu hati-hati menjelaskan seputar Stepen Jhonson Syndrome, saat ditemui di ruang kerjanya di RSHS kemarin (25/2). </span><span style="font-family:&quot;" lang="EN-GB">Maklum, ada banyak istilah asing terkait penyakit yang ‘ganas’ tersebut.<span> </span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;">Kusnandi yang juga Wakil Ketua<span> </span>Ketua Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) ini khawatir, informasi yang diberikannya tidak dipahami secara tepat, akibatnya bisa menyesatkan masyarakat. “Ini urusannya medis, salah-salah bisa brabe,” katanya menegaskan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Stepen-Jhonson syndrom merupakan suatu kumpulan gejala klinis<span> </span>erupsi mukokutaneus yang ditandai oleh trias kelainan pada kulit vesikulobulosa, mukosa orifisium serta mata disertai gejala umum berat. Sinonimnya antara lain : sindrom de Friessinger-Rendu, eritema<span> </span>eksudativum multiform mayor, eritema poliform bulosa, sindrom muko-kutaneo-okular, dermatostomatitis. Setepen Jhonsonm sukar ditentukan dengan pasti, mengingat<span> </span>penyebabnya berbagai<span> </span>faktor, walaupun pada umumnya sering berkaitan dengan respon imun<span> </span>erhadap obat. Beberapa faktor penyebabnya antara lain: infeksi (virus, jamur, bakteri, parasit), obat (salisilat, sulfa,<span> </span>penisilin, etambutol, tegretol, tetrasiklin, digitalis, kontraseptif),<span> </span>makanan (coklat), fisik (udara dingin, sinar matahari, sinar X).</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Kusnandi melanjutkan, penyakit Stepen Jhonson Syndrom ini sebenarnya bukan merupakan penyakit anyar. Penyakit ini kali pertama ditemukan oleh Stepen Jhonson sekitar tahun 50-an. “Mungkin karena relatif jarang yang menderita, jadi terkesan penyakit baru,” ujarnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Lantas ia menceritakan juga, berbagai upaya pencegahan penyakit ini. Salah satunya dengan mendirikan lembaga </span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;" lang="EN-GB">Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Lembaga ini bersifat independen, dan sarat profesionalisme. “Kami di KIPI berupa membantu pemrintah dalam mencegah serta menanggulangi penyakit Stepen Jhonson Syndrom. Kami akan merespon terhadap semua keluhan dari masyarakat pasca imunisasi,” terang alumnus Fakultas Kedokteran Unpad tahun 1976 ini.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">“Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) merupakan factor risiko yang selalu ada pada setiap tindakan medik imunisasi Polio namun dari pengalaman jumlahnya sangat kecil (1:2-6 juta dosis),” tambahnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Terkait kasus yang menimpa </span><span lang="EN-GB">Siadiah ,7, di Kota Depok, KIPI Jabar mengirimkan dua anggotanya, yakni dr. Neli dan dr. Mirna. Temuan tim menyatakan, bocah tersebut mengalami panas tinggi sampai kulitnya mengelupas beberapa hari setelah diimuniasi. Kemudian dia berobat pada seorang mantri kesehatan setempat. Kemungkinan obat inilah yang menyebabkan SJS tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Saat disinggung jumlah penderitan penyakit ini di Jawa Barat, Kusnandi mengaku tidak hapal. Namun yang jelas, jumlahnya banyak. “Pokoknya RSHS sudah banyak menangai penyakit ini,” ucapnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Terakhir ia mengungkapkan, tanda yang mudah dikenali serangan penyakit ini, terjadinya luka bakar di tubuh, dan tak jarang menyebabkan kematian. (*)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-GB"> </span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/seeuwa.wordpress.com/580/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/seeuwa.wordpress.com/580/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/seeuwa.wordpress.com/580/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/seeuwa.wordpress.com/580/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/seeuwa.wordpress.com/580/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/seeuwa.wordpress.com/580/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/seeuwa.wordpress.com/580/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/seeuwa.wordpress.com/580/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/seeuwa.wordpress.com/580/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/seeuwa.wordpress.com/580/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seeuwa.wordpress.com&blog=2050772&post=580&subd=seeuwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seeuwa.wordpress.com/2009/02/26/dr-kusnandi-rusmil-spak-giat-perangi-stepen-jhonson-syndrom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6b8c185fed3708392c43e166692bc64c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hallouwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>