<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>DAGO BARAT &#124; &#124;sekedar kata-kata sumbang</title>
	<atom:link href="http://seeuwa.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://seeuwa.wordpress.com</link>
	<description>saya merasa dari dago barat perubahan itu dimulai...</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Nov 2009 14:23:38 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='seeuwa.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/864ca18d8a9819b397f5539cca86e498?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>DAGO BARAT &#124; &#124;sekedar kata-kata sumbang</title>
		<link>http://seeuwa.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Untuk lebih baik</title>
		<link>http://seeuwa.wordpress.com/2009/11/24/untuk-lebih-baik/</link>
		<comments>http://seeuwa.wordpress.com/2009/11/24/untuk-lebih-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 14:21:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hallouwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seeuwa.wordpress.com/2009/11/24/untuk-lebih-baik/</guid>
		<description><![CDATA[Tak baik berbaik sangka terus. Buruk sangka terus juga nggak baik. Harus waspada kepada orang lain, termasuk padaku. Sekali-sekali empati dan simpati pada orang. Namun kalau keterusan menaruh empati dan simpati, kadang kita lupa diri. Ini celaka namanya.
Tujuan baik, tak selamanya harus menyetujui dan mengijinkan. Menolak dengan niatan baik, jauh lebih baik. Ada banyak hal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seeuwa.wordpress.com&blog=2050772&post=666&subd=seeuwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tak baik berbaik sangka terus. Buruk sangka terus juga nggak baik. Harus waspada kepada orang lain, termasuk padaku. Sekali-sekali empati dan simpati pada orang. Namun kalau keterusan menaruh empati dan simpati, kadang kita lupa diri. Ini celaka namanya.<br />
Tujuan baik, tak selamanya harus menyetujui dan mengijinkan. Menolak dengan niatan baik, jauh lebih baik. Ada banyak hal yang sama sekali tak pernah aku respon. Kalau sudah begitu, aku sudah tak peduli lagi dengan respon apapun, melainkan mengevaluasi hasilnya dari sikapku itu. Dan hasilnya banyak baiknya.<br />
Kalau saja mau sedikit meluang waktu untuk merenung atau bertafakur, tentu maksudku nyaris selalu baik. Selalu ada visi dalam setiap sikap. Ini tentu perlu diuji terlebih dulu. Kamu bisa mulai menguji kata-kataku itu. Sekarang!.<br />
Dalam hati kecil, tepatnya nurani kadang merasa kasihan memperlakukanmu seperti itu. Tapi, mau tidak mau harus kulakukan.<br />
Sekalipun tidak pernah suka dengan perjuangan seperti ini: susah payah, berkeringat, marah, tapi ini jalanku. Selalu begitu. Tak bisa langsung sesuai keiinginan. Ada saja kurangnya: bisa sikap, bisa hal lain yang memang sangat perlu untuk ditata.<br />
Hanya niatan karena Allah yang akan menyambungkannya. Wallahu a’lam. (*) </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/seeuwa.wordpress.com/666/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/seeuwa.wordpress.com/666/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/seeuwa.wordpress.com/666/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/seeuwa.wordpress.com/666/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/seeuwa.wordpress.com/666/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/seeuwa.wordpress.com/666/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/seeuwa.wordpress.com/666/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/seeuwa.wordpress.com/666/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/seeuwa.wordpress.com/666/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/seeuwa.wordpress.com/666/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seeuwa.wordpress.com&blog=2050772&post=666&subd=seeuwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seeuwa.wordpress.com/2009/11/24/untuk-lebih-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6b8c185fed3708392c43e166692bc64c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hallouwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>karena senyumu</title>
		<link>http://seeuwa.wordpress.com/2009/11/23/karena-senyumu/</link>
		<comments>http://seeuwa.wordpress.com/2009/11/23/karena-senyumu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 14:02:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hallouwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seeuwa.wordpress.com/?p=648</guid>
		<description><![CDATA[Semuanya nyaris tak penting lagi, manakala senyumannya mengilang. Hilang karena harapannya kandas, buah kemiringan tingkah laku ini.
Perasaan bersalah yang terus menghantui, tentu bukanlah obat untuk kembali mendatangkan senyumannya. Yang ada hanya tanya, kenapa jadi begini?. Jawaban itu kerap kudapati di atas bantal dan sajadah. Atau tak jarang ketika sedang di toilet. Namun jawaban itu, tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seeuwa.wordpress.com&blog=2050772&post=648&subd=seeuwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><a href="http://seeuwa.files.wordpress.com/2009/11/sujud.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-653" title="sujud" src="http://seeuwa.files.wordpress.com/2009/11/sujud.jpg?w=150&#038;h=111" alt="" width="150" height="111" /></a>Semuanya nyaris tak penting lagi, manakala senyumannya mengilang. Hilang karena harapannya kandas, buah kemiringan tingkah laku ini.<br />
Perasaan bersalah yang terus menghantui, tentu bukanlah obat untuk kembali mendatangkan senyumannya. Yang ada hanya tanya, kenapa jadi begini?. Jawaban itu kerap kudapati di atas bantal dan sajadah. Atau tak jarang ketika sedang di toilet. Namun jawaban itu, tak juga mampu mengalahkan kemiringan tingkah laku ini. Lantas kurang apalagi, kasih sayangMu itu padaku. Semuanya telah Engkau berikan sesuai kapasitasku mengiringi konteks.<br />
Karena itu semua, rasanya pengen menjerit di alam terbuka. Lalu semua benda di sekelilingku menghampiri dan bertanya padaku, atas masalah yang menerpaku. Mereka tersenyum, sembari menenangkan jiwaku yang goncang.<br />
Lalu, aku akan pergi ke saung yang ada pancuran berair jernih.Lantas kubasuh mukaku, abdas, diakhiri sujud. Aku akan mengadu pada mereka yang selamanya tak pernah bersalah tingkah. Dan selalu manut sama sabda sang pembuat alam.<br />
Pokoknya senyumannya harus senantiasa mengembang. Dadanya dipenuhi rasa haru yang begitu kuat, dan karenanya khidmat selalu menemani hayatnya.<br />
Apapun yang baik, untuk itu akan kulakukan, karena tawanya lebih mahal ketimbang dunia ini. Dia adalah pelita hidupku, sekaligus pemegang kunci istana di surga sana. Kunci itu hanya akan kuraih, manakala senyumannya terus mengembang. Bibirnya selalu basah,karena selalu bermunajat pada pemilik alam ini. (*)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/seeuwa.wordpress.com/648/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/seeuwa.wordpress.com/648/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/seeuwa.wordpress.com/648/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/seeuwa.wordpress.com/648/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/seeuwa.wordpress.com/648/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/seeuwa.wordpress.com/648/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/seeuwa.wordpress.com/648/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/seeuwa.wordpress.com/648/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/seeuwa.wordpress.com/648/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/seeuwa.wordpress.com/648/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seeuwa.wordpress.com&blog=2050772&post=648&subd=seeuwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seeuwa.wordpress.com/2009/11/23/karena-senyumu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6b8c185fed3708392c43e166692bc64c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hallouwa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://seeuwa.files.wordpress.com/2009/11/sujud.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">sujud</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>omong kosong</title>
		<link>http://seeuwa.wordpress.com/2009/10/15/pasti-ada-penyebabnya/</link>
		<comments>http://seeuwa.wordpress.com/2009/10/15/pasti-ada-penyebabnya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 14:48:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hallouwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seeuwa.wordpress.com/?p=633</guid>
		<description><![CDATA[Iya&#8230;aku mengerti itu&#8230;Paling tidak mencoba mengertilah. Rasa-rasanya tak mungkin, walaupun banyak tanda mengemuka. Kataku, itu hanya omong kosong. Tak ada makna, kecuali ilusi sesaat- yang menghantui. Bagaimanapun itu pernah terjadi..Apapun, siapapun nggak bisa meniadakannya atau menghapus. &#8220;Kuburlah&#8221;, itu hanya omong kosong. Sampai kiamat sekalipun tetap saja tak terkubur, kecuali merasakan sisanya: antara senang dan tidak, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seeuwa.wordpress.com&blog=2050772&post=633&subd=seeuwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><a href="http://seeuwa.files.wordpress.com/2009/10/images.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-656" title="images" src="http://seeuwa.files.wordpress.com/2009/10/images.jpg?w=97&#038;h=145" alt="" width="97" height="145" /></a>Iya&#8230;aku mengerti itu&#8230;Paling tidak mencoba mengertilah. Rasa-rasanya tak mungkin, walaupun banyak tanda mengemuka. Kataku, itu hanya omong kosong. Tak ada makna, kecuali ilusi sesaat- yang menghantui. Bagaimanapun itu pernah terjadi..Apapun, siapapun nggak bisa meniadakannya atau menghapus. &#8220;Kuburlah&#8221;, itu hanya omong kosong. Sampai kiamat sekalipun tetap saja tak terkubur, kecuali merasakan sisanya: antara senang dan tidak, antara senang dan benci, antara tawa dan tangis.<br />
Menghilang bagai ditelan bumi. Ada banyak sangka akan itu. Namun tak bisa berlebihan, toh mengetahui pastinya kan ngga. Entah apa maksudnya,berlaku demikian. Khusnuzon: itu yang terpenting.<br />
Aku merasa perlu untuk bicara, walau entah kapan terbaca, termaknai, dan terpahami. Waktu telah mengajariku untuk dapat membuka tabir yang gelap itu. Motivnya, mungkin hanya kondisi-brontak atau merasa rendah diri- yang mendominasi. Dalam kondisi yang demikian, ibrat kata  tak ada rotan akarpun jadi. Rotankah atau akarkah aku ini? hanya yang merasa yang tahu.<br />
Terlepas semuanya, maafkalah&#8230;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/seeuwa.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/seeuwa.wordpress.com/633/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/seeuwa.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/seeuwa.wordpress.com/633/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/seeuwa.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/seeuwa.wordpress.com/633/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/seeuwa.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/seeuwa.wordpress.com/633/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/seeuwa.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/seeuwa.wordpress.com/633/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seeuwa.wordpress.com&blog=2050772&post=633&subd=seeuwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seeuwa.wordpress.com/2009/10/15/pasti-ada-penyebabnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6b8c185fed3708392c43e166692bc64c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hallouwa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://seeuwa.files.wordpress.com/2009/10/images.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>teteh&#8230;</title>
		<link>http://seeuwa.wordpress.com/2009/09/02/teteh/</link>
		<comments>http://seeuwa.wordpress.com/2009/09/02/teteh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 17:48:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hallouwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seeuwa.wordpress.com/?p=631</guid>
		<description><![CDATA[Selalu saja nggak mau beresiko. Halah..masa terus begitu? teteh teteh&#8230;kamu teh mani suka keras kepala begitu.  Begini ajah atuh, tak usah lompat begitu kencang sebagaimana aku mintakan, tapi melompatlah pelan tapi kontinyu. gimana? mau kan seperti itu?. Lagian itu bukan untuk siapa-siapa, melainkan untukmu juga.
Atau mungkin, pepatahku terlalu sulit dimengerti? . Cape deh, kalau memang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seeuwa.wordpress.com&blog=2050772&post=631&subd=seeuwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Selalu saja <em>nggak</em> mau beresiko. Halah..masa terus begitu? teteh teteh&#8230;kamu teh mani suka keras kepala begitu.  Begini ajah atuh, tak usah lompat begitu kencang sebagaimana aku mintakan, tapi melompatlah pelan tapi kontinyu. gimana? mau kan seperti itu?. Lagian itu bukan untuk siapa-siapa, melainkan untukmu juga.<br />
Atau mungkin, pepatahku terlalu sulit dimengerti? . Cape deh, kalau memang begitu. Mungkin aku harus belajar lagi, gimana mempersuasi orang ya&#8230;<br />
Entahlah, mana yang benar, aku atah tetah, biarlah itu berjalan saja, sampe jawabannya ketemu. Hanya saja, pesanku, buka dan terus buka pikiran itu, sampai masuk ke wilayah kepahaman. Agar main kita jadi terang benderang kitu tah teteh&#8230;<br />
Jadilan lentur, bukan keras..biar tak patah-patah. Karena patah, menyakitkan pastinya. Oke nDA&#8230;.!!</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/seeuwa.wordpress.com/631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/seeuwa.wordpress.com/631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/seeuwa.wordpress.com/631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/seeuwa.wordpress.com/631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/seeuwa.wordpress.com/631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/seeuwa.wordpress.com/631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/seeuwa.wordpress.com/631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/seeuwa.wordpress.com/631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/seeuwa.wordpress.com/631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/seeuwa.wordpress.com/631/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seeuwa.wordpress.com&blog=2050772&post=631&subd=seeuwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seeuwa.wordpress.com/2009/09/02/teteh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6b8c185fed3708392c43e166692bc64c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hallouwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kurang lebih seperti&#8230;</title>
		<link>http://seeuwa.wordpress.com/2009/09/02/kurang-lebih-seperti/</link>
		<comments>http://seeuwa.wordpress.com/2009/09/02/kurang-lebih-seperti/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 17:34:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hallouwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seeuwa.wordpress.com/?p=629</guid>
		<description><![CDATA[Tak muluk-muluk mauku. Biasa aja,sebagaimana umumnya. Kalimat ini benar-benar merasuki jiwaku, setelah belajar kehidupan selama 25 tahun lamanya.  Ternyata hidup itu ada fasenya, dan tak ada yang paling indah kecuali berjalan difase semestinya. Setidaknya itulah pikirku saat ini.
Mauku itu kenyamanan.  Bisa nyaman tentu tak melulu kasat mata ukurannya, kehidmatan berhubungan, kedewasaan, kesamaan visi misi barangkali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seeuwa.wordpress.com&blog=2050772&post=629&subd=seeuwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tak muluk-muluk mauku. Biasa aja,sebagaimana umumnya. Kalimat ini benar-benar merasuki jiwaku, setelah belajar kehidupan selama 25 tahun lamanya.  Ternyata hidup itu ada fasenya, dan tak ada yang paling indah kecuali berjalan difase semestinya. Setidaknya itulah pikirku saat ini.<br />
Mauku itu kenyamanan.  Bisa nyaman tentu tak melulu kasat mata ukurannya, kehidmatan berhubungan, kedewasaan, kesamaan visi misi barangkali itulah yang paling utama. Artinya, aku tak lagi mencari sestau di batas kemampuan.<br />
Sekalipun kerap kali-dulu- aku selalu berujar, tak mungkin aku melakukan sesuatu yang batinku tak sreg atas sesuatu itu. Tapi, itu dulu. Kini ceritanya jadi lain, lebih menyandarkan pada rasio. Mau tak mau, suka tak suka, jika itu memang terbaik untukku ya harus diambil, dijalankan dan disyukuri. Itu saja beres!. <span id="more-629"></span><br />
Ah, hidup memang ada masanya. Menang dan kalah, tergantung dari mana memandangnya. Tangis dan senyumpun tergantung hasratku. Kalau mau menangis sedih jalan seperti anu, mau tersenyum jalannya seperti anu. Jalan hidup dengan bingkai fikroh yang benar, selalu menemkan jalan yang benar itu; begitulah aksiomanya.<br />
Aku mau, menjadi yang terbaik untuk rasa ini, rasa yang tuma&#8217;ninah ditaburi keberkahan. Namun, akupun tak harus berbohong, jikalau dada sering sesak melihat realita yang tak nyambung dengan mauku. Hanya bersandar pada keyakinan hakikilah, rasa nerima itu kudapati. Dengan catatan, segela yang diraih dilalui usaha yang tak sederhana. Ya, memang kewajibanku-manusia- hanya sebatas usaha. Hasil ada pada wilayah Robbi.<br />
Soal mauku lagi. Aku mau nyaman, dengan apa yang kuraih sekarang. Aku hanya minta, bersikaplah sebagaimana mestinya. Jika saja, kerap kali menceritakan orang sukses di hdapannmu, itu semata karena pembelajaran. Bahwa kita memang selalu harus belajar dari masa lalu, bagaimanapun jalan masa itu. Kelam, ya kelam..cerah ya, cerah, tetap keduanya jadi pelajaran.<br />
Memang aku bukanlan lelaki sempurna, tapi aku selalu berniat untuk mewujudkan kesempurnaan, dengan segala potensi yang ada. Makanya dibanyak kesempatan, aku selalu bercerita  padamu: soal keberhasilan orang lain, kesalehan orang lain yang tentunya pantas dijadikan pelajaran.(*)<br />
wallahu&#8217;alam&#8230;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/seeuwa.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/seeuwa.wordpress.com/629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/seeuwa.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/seeuwa.wordpress.com/629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/seeuwa.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/seeuwa.wordpress.com/629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/seeuwa.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/seeuwa.wordpress.com/629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/seeuwa.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/seeuwa.wordpress.com/629/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seeuwa.wordpress.com&blog=2050772&post=629&subd=seeuwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seeuwa.wordpress.com/2009/09/02/kurang-lebih-seperti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6b8c185fed3708392c43e166692bc64c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hallouwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Itu itu lagi&#8230;</title>
		<link>http://seeuwa.wordpress.com/2009/07/22/itu-itu-lagi/</link>
		<comments>http://seeuwa.wordpress.com/2009/07/22/itu-itu-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2009 17:04:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hallouwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seeuwa.wordpress.com/?p=621</guid>
		<description><![CDATA[Aku lupa, waktu itu sudah lama .  Tapi, soal lama dan tidak memang tergantung dikontruksikannya. Dan meninggalkankuaku termasuk yang mengkontruksikan sebentar, alih-alih berharap akan hal yang tak pasti. Ya, sama sekali hanya halusinasi, masa itu, yakni masa dimana segalanya indah dirasa. Indah, karena sebelumnya rasa itu kacau balau, cemas, dan frustasi berat. Untung masih sadar.
Aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seeuwa.wordpress.com&blog=2050772&post=621&subd=seeuwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><a href="http://seeuwa.files.wordpress.com/2009/07/images.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-658" title="images" src="http://seeuwa.files.wordpress.com/2009/07/images.jpg?w=130&#038;h=130" alt="" width="130" height="130" /></a>Aku lupa, waktu itu sudah lama .  Tapi, soal lama dan tidak memang tergantung dikontruksikannya. Dan meninggalkankuaku termasuk yang mengkontruksikan sebentar, alih-alih berharap akan hal yang tak pasti. Ya, sama sekali hanya halusinasi, masa itu, yakni masa dimana segalanya indah dirasa. Indah, karena sebelumnya rasa itu kacau balau, cemas, dan frustasi berat. Untung masih sadar.<br />
Aku selalu merindukan masa itu datang kembali. Aku tak pernah akan mengulangi kesalahan yang menyebabkan rasa ini menderita, akut. Bukan tanpa alasan, toh kalau saja kala itu ada keberanian untuk bahagia atau mati, mungkin ceritanya tidak akan seperti saat ini. Berharap yang tak pasti.<span id="more-621"></span><br />
Adalah sebuah lagu, yang pernah menemani malamku sewaktu tugas di Bogor, mengingatkan akan masa itu lagi. Ya,cuma lagu, tapi efeknya luar biasa bagi rasa ini.  Di suatu malam, empat tahun lalu, di sebuah kamar asrama mahasiswa Banten, aku menuliskan sebuah harapan. Malam berikutnya, ku kirim tulisan itu lewat e-mail.<br />
Satu minggu berikutnya, tulisan tersebut aku satukan dengan tulisan refleksi lain, untuk sebuah buku alakadarnya. Bundel tulisan itu, ternyata aku berikan untuk menemani perjalanannya silatuhami keluarga. Empat hari berikutnya, sepulang dari perjalanan dirinya, sebuah malapetaka tiba.<br />
Itu setelah semuanya diketahui kedua orang tua. Ya, cemas mulai datang,dan mengisi hari dan malamku. &#8230;.<br />
Masih seputar yang itu itu lagi, selalu hadir di saat keterpurukan menghampiri kehidupanku. Rasanya, oase itu ingin kembali menyejukan hatiku. Menjadi api pembakar semangat lagi. Namun sayang, inilah yang dinamakan khayalan. Karena semuanya bukan lagi masanya. masa itu sudah lewat. Kini, aku harus fokus padanya. Terhadap ini semua, aku tak punya kuasa. Karenanya hanya kepada Allah semua akan kupanjatkan, jalan terbaik bagiku, dan baginya. Tuhan kenapa itu itu lagi&#8230;***</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/seeuwa.wordpress.com/621/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/seeuwa.wordpress.com/621/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/seeuwa.wordpress.com/621/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/seeuwa.wordpress.com/621/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/seeuwa.wordpress.com/621/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/seeuwa.wordpress.com/621/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/seeuwa.wordpress.com/621/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/seeuwa.wordpress.com/621/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/seeuwa.wordpress.com/621/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/seeuwa.wordpress.com/621/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seeuwa.wordpress.com&blog=2050772&post=621&subd=seeuwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seeuwa.wordpress.com/2009/07/22/itu-itu-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6b8c185fed3708392c43e166692bc64c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hallouwa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://seeuwa.files.wordpress.com/2009/07/images.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>bukan aku dan kau tapi kita</title>
		<link>http://seeuwa.wordpress.com/2009/06/08/merasa-bersalah-4/</link>
		<comments>http://seeuwa.wordpress.com/2009/06/08/merasa-bersalah-4/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 14:21:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hallouwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seeuwa.wordpress.com/2009/06/08/merasa-bersalah-4/</guid>
		<description><![CDATA[Dari banyak hal yang sudah menerpa kita, akhirnya merujuk pada kesimpulan minor.Selama ini keegoisan itu, selalu tampak ada padamu. Namun, itu salah, ternyata kebalikannya. Kusadari, pemaksaan sebuah karakter baru, selalu dihembuskan. Mungkin kau merasa jemu, karena itu sejatinya bukan kamu. Di banyak kesempatan, kau katakan, hanya bisa hidup menjadi dirimu sendiri. Tak layak untuk untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seeuwa.wordpress.com&blog=2050772&post=615&subd=seeuwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dari banyak hal yang sudah menerpa kita, akhirnya merujuk pada kesimpulan minor.Selama ini keegoisan itu, selalu tampak ada padamu. Namun, itu salah, ternyata kebalikannya. Kusadari, pemaksaan sebuah karakter baru, selalu dihembuskan. Mungkin kau merasa jemu, karena itu sejatinya bukan kamu. Di banyak kesempatan, kau katakan, hanya bisa hidup menjadi dirimu sendiri. Tak layak untuk untuk dibandingkan dengan siapapun, terlebih dengan orang-orang yang sempat mengisi kehidupanku. Kau memang bukan dirinya. Rentang usia kita, bukan alasan untuk selalu dibwa ke permukaan. Tapi, kalau fakta ini disikapi dengan penuh rasa syukur, tentu membuahkn rahmat bagi kita. Wah..tetah, lebih baik kita jalani dengan penuh kesungguhan. Ibadah harus selalu melandasi perjalanan itu, mengingat, kita ini lemah.<span id="more-615"></span><br />
Namun demikian tentu tak ada salah bila segala yang baik dari mereka, dijadikan bahan memoles kesalehan dirimu. Karena dari sebagian mereka, ada banyk hikmah yang telah ditorehkan dalam perjalanan wakutuku.<br />
Di suatu malam, saat aku pulang bekerja,aku jadi gelagapan. Dari kantor, setumpuk masalah hinggap dikepala. Mau hati curhat padamu, namun sayang kamunya tiada. Karenanya, malampun resah, tanpa solusi. Keberadaanmu disisiku, selalu kunantikan. Hanya Tuhan belum sampai memberi kita jalan untuk itu.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/seeuwa.wordpress.com/615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/seeuwa.wordpress.com/615/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/seeuwa.wordpress.com/615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/seeuwa.wordpress.com/615/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/seeuwa.wordpress.com/615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/seeuwa.wordpress.com/615/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/seeuwa.wordpress.com/615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/seeuwa.wordpress.com/615/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/seeuwa.wordpress.com/615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/seeuwa.wordpress.com/615/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seeuwa.wordpress.com&blog=2050772&post=615&subd=seeuwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seeuwa.wordpress.com/2009/06/08/merasa-bersalah-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6b8c185fed3708392c43e166692bc64c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hallouwa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hilang&#8230;</title>
		<link>http://seeuwa.wordpress.com/2009/05/23/hilang/</link>
		<comments>http://seeuwa.wordpress.com/2009/05/23/hilang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 May 2009 17:49:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hallouwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Hilang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seeuwa.wordpress.com/?p=604</guid>
		<description><![CDATA[
Ketika pertama kali bertemu, aku tak sanggup melihat wajah yang tertunduk malu-malu. Aku membiarkannmu, begitu teman teman menghampiri dan mengajakmu, duduk di teras kantor. Dalam gumam, hatiku berkata, siapa gerangan sosok dia yang baru kulihat itu? Dia telah membuatku tertegun memendam asa. Seiring perjalanan waktu, asa itu kian memenuhi relung hatiku. Aku tak tahan dibuatnya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seeuwa.wordpress.com&blog=2050772&post=604&subd=seeuwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 127px"><img class="size-thumbnail wp-image-609" title="cetak8" src="http://seeuwa.files.wordpress.com/2009/05/cetak82.jpg?w=117&#038;h=150" alt="Duh..Gustiiii...tulung tulung....." width="117" height="150" /><p class="wp-caption-text">Duh..Gustiiii...tulung tulung.....</p></div>
<p>Ketika pertama kali bertemu, aku tak sanggup melihat wajah yang tertunduk malu-malu. Aku membiarkannmu, begitu teman teman menghampiri dan mengajakmu, duduk di teras kantor. Dalam gumam, hatiku berkata, siapa gerangan sosok dia yang baru kulihat itu? Dia telah membuatku tertegun memendam asa. Seiring perjalanan waktu, asa itu kian memenuhi relung hatiku. Aku tak tahan dibuatnya. Terlebih ketika kau dengan penuh hati-hati menembakku dengan panah asmara. Lengkaplah rasa itu. Kita menjadi menjadi satu untuk sebuah harapan baru. Segala perhatianmu, adalah api pembakar semangat hidupku. Senyummu adalah oase penyejuk hatiku. Dibanyak kesempatan, kau katakan, aku seorang jagoan yang akan menjagamu dari segala ancaman. Kau tak ragu untuk mengatakan jika aku adalah soulmate yang diutus Tuhan untuk kenyamanan hidupmu. <span id="more-604"></span>Di suatu siang, di bawah rindangnya pepohonan lembah kenamaan, dengan manja, kau bisikan sebuah kalimat yang membuatku terharu. “Jangan pernah meninggalkanku”. Hatiku sejuk, sesejuk hawa di lembah itu. Keadaan membuat kita tak peduli lagi dengan segala rintangan yang menghujam dari segala arah. Kita sudah bosan dengan segala kenistaan. Kala itu rasanya, cinta kita begitu kuat untuk dipisahkan. Namun kini, semuanya tinggal kenangan. Tapi, kita percaya, rasa itu tidak bisa terhapuskan, hingga bumi ini hancur dimakan zaman.(*)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/seeuwa.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/seeuwa.wordpress.com/604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/seeuwa.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/seeuwa.wordpress.com/604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/seeuwa.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/seeuwa.wordpress.com/604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/seeuwa.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/seeuwa.wordpress.com/604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/seeuwa.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/seeuwa.wordpress.com/604/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seeuwa.wordpress.com&blog=2050772&post=604&subd=seeuwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seeuwa.wordpress.com/2009/05/23/hilang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6b8c185fed3708392c43e166692bc64c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hallouwa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://seeuwa.files.wordpress.com/2009/05/cetak82.jpg?w=117" medium="image">
			<media:title type="html">cetak8</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dirimu tahu?</title>
		<link>http://seeuwa.wordpress.com/2009/05/21/dirimu-tahu/</link>
		<comments>http://seeuwa.wordpress.com/2009/05/21/dirimu-tahu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 May 2009 14:21:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hallouwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seeuwa.wordpress.com/2009/05/21/dirimu-tahu/</guid>
		<description><![CDATA[Love is that condition in which the happiness of another person is essential to your own&#8230;
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seeuwa.wordpress.com&blog=2050772&post=600&subd=seeuwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p><img class="alignleft size-medium wp-image-601" title="dirimu" src="http://seeuwa.files.wordpress.com/2009/05/dirimu.jpg?w=258&#038;h=300" alt="dirimu" width="258" height="300" /><strong><span style="color:#ff6600;">Love is that condition in which the happiness of another person is essential to your own&#8230;</span></strong></p></blockquote>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/seeuwa.wordpress.com/600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/seeuwa.wordpress.com/600/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/seeuwa.wordpress.com/600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/seeuwa.wordpress.com/600/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/seeuwa.wordpress.com/600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/seeuwa.wordpress.com/600/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/seeuwa.wordpress.com/600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/seeuwa.wordpress.com/600/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/seeuwa.wordpress.com/600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/seeuwa.wordpress.com/600/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seeuwa.wordpress.com&blog=2050772&post=600&subd=seeuwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seeuwa.wordpress.com/2009/05/21/dirimu-tahu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6b8c185fed3708392c43e166692bc64c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hallouwa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://seeuwa.files.wordpress.com/2009/05/dirimu.jpg?w=258" medium="image">
			<media:title type="html">dirimu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wagub Jabar, Dede Yusuf, Pencetus Film Bandung Lautan Api (2-habis)</title>
		<link>http://seeuwa.wordpress.com/2009/03/02/wagub-jabar-dede-yusuf-pencetus-film-bandung-lautan-api-2-habis/</link>
		<comments>http://seeuwa.wordpress.com/2009/03/02/wagub-jabar-dede-yusuf-pencetus-film-bandung-lautan-api-2-habis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2009 16:23:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hallouwa</dc:creator>
				<category><![CDATA[feature]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seeuwa.wordpress.com/?p=585</guid>
		<description><![CDATA[Sowan ke Pelaku BLA, Masih Bingung tentang Format Film
 
FILM Bandung Lautan Api (BLA) yang rencananya diproduksi tahun ini masih belum sampai pada penetuan format. Apakah menjadi film dokumenter yang merepresentasikan semangat juang warga Bandung, komersial, atau dokumenter yang komersial.  
Memproduksi sebuah film tentunya bukanlah pekerjaan yang gampang. Terlebih jika film tersebut mengambil latar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seeuwa.wordpress.com&blog=2050772&post=585&subd=seeuwa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Sowan ke Pelaku BLA, Masih Bingung tentang Format Film</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"><img class="alignleft size-medium wp-image-593" title="dede-yusuf_f_695_f_337" src="http://seeuwa.files.wordpress.com/2009/03/dede-yusuf_f_695_f_337.jpg?w=253&#038;h=190" alt="dede-yusuf_f_695_f_337" width="253" height="190" />FILM Bandung Lautan Api (BLA) yang rencananya diproduksi tahun ini masih belum sampai pada penetuan format. Apakah menjadi film dokumenter<span> </span>yang merepresentasikan semangat juang warga Bandung, komersial, atau dokumenter yang komersial. <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Memproduksi sebuah film tentunya bukanlah pekerjaan yang gampang. Terlebih jika film tersebut mengambil latar sejarah perjuangan bangsa. Salah-salah menggambarkan sejarah masa lampau, bisa menyesatkan persepsi masyarakat tentang kejadian yang sebenarnya di kala itu.<span> </span>Kemungkinan lainnya bisa saja digugat atau diprotes pihak yang merasa dirugikan karena jalan ceritanya yang parsial.<span id="more-585"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Menyadari hal itu, pencetus film BLA Dede Yusuf sangat teliti dalam mengumpulkan semua gagasan terkait rencana produksi film itu. Karena itu, Wagub yang juga artis beken di eranya itu mengaku akan segera <em>sowan</em> kepada para pelaku BLA yang masih hidup. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Dede percaya, keterangan pelaku jauh lebih akurat. ’’Ada beberapa tokoh BLA yang masih hidup. Dan beliau-beliau itu akan kita libatkan dalam proses pengumpulan bahan cerita film,” ungkap Dede.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Terkait rencana pembuatan film ini Dede telah berkonsultasi dengan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. Sekalipun – kalau urusan film ia lebih ahli ketimbang Heryawan, Dede mengaku butuh masukan dari gubernur. Apalagi rencana pendanaan film ini juga diambil dari APBD. Namun hingga kini belum sampai pada ketuk palu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Pun demikian, Dede juga telah merapat ke DPRD Jabar. ’’Tapi sifatnya baru ngobrol-ngobrol biasa saja. Saya lihat mereka respon banget dengan rencana itu,” ungkapnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Lebih lanjut Dede mengungkapkan, dirinya masih kebingungan menentukan format film BLA. Bagaimanapun sebuah film harus diterima pasar dengan baik. Selain memberikan fungsi menghibur, film juga harus mendidik masyarakat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Tiga alternatif format film BLA sudah ada dibenak Dede. Itu adalah film dokumenter, komersial, dan dokumenter yang komersial. Kecenderungan yang akan diambil adalah yang berformat dokumenter komersial. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Kenapa? Film BLA harus bisa menggairahkan dunia perfilman Tanah Air. Sebagai seorang pelaku, Dede mengaku bertanggung jawab secara moril untuk memajukan dunia perfilman. Sedangkan soal dokumenter, jelas BLA merupakan sejarah perjuangan rakyat Bandung melawan kolonial.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Dede menginginkan film BLA nantinya bisa merepresentasikan perjuangan warga Bandung khususnya, dan Jawa Barat umumnya. ’’Sebagai orang Sunda, saya mau banget, kalau film BLA itu mampu menggambarkan bagaimana orangtua kita dulu berjuang,” terangnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>(*)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/seeuwa.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/seeuwa.wordpress.com/585/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/seeuwa.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/seeuwa.wordpress.com/585/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/seeuwa.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/seeuwa.wordpress.com/585/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/seeuwa.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/seeuwa.wordpress.com/585/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/seeuwa.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/seeuwa.wordpress.com/585/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=seeuwa.wordpress.com&blog=2050772&post=585&subd=seeuwa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seeuwa.wordpress.com/2009/03/02/wagub-jabar-dede-yusuf-pencetus-film-bandung-lautan-api-2-habis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6b8c185fed3708392c43e166692bc64c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hallouwa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://seeuwa.files.wordpress.com/2009/03/dede-yusuf_f_695_f_337.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">dede-yusuf_f_695_f_337</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>