Tangisan kering

Memilih rumah di perumahan murah adalah pilihan tepat bagiku. Namun resikonya lokasi perumahannya jauh dari tempat kerja

..tes tes

menyerah pada kapitalis

Nyaris tak ada kekuatan yang bisa menandingi kapitalisme di muka bumi ini. Meskipun sesekali rivalnya muncul ke permukaan, namun apa daya melawan keperkasaan kapitalis.
Pranata sosial yang ada tak lagi jujur sesuai keasliannya, tetapi maknanya selalu uang dan uang. Parahnya lagi, tata nilai agama, tak lagi diagungkan sebagaimana mestinya. Para oknum rela menjual dalil agama untuk dan atas nama kapitalis. Lembaga yang mengatur mengani tegaknya hukum agama, tidak lagi punya wibawa.
Dibawah payung Hak Asasi Manusia, semua orang begitu bebas, bablas mengekspresikan nafsunya.

Selamat Tinggal Radar Bandung

Harian pagi Radar Bandung, adalah indah dalam hidupanku. Ini bicara jujur, terlepas dari segala kekurangan dan kenaifannya, Radar Bandung telah menjadi kawah candradimuka guna meraih asa. Baca lebih lanjut

Cover Hunt 2011!

Cover Hunt 2011!.

11 Bulan Anaking Prabu

Nuansa hari-hariku senantiasa diliputi kerinduan. Rindu pulang ke rumah, bermain sama Apab dan Bunda. Dua manusia ini adalah semangat dan energi nyata dalam hidup ini.
Tak terasa, kini Apab sudah memasuki bulan ke sebelas sejak kelahirannya. Ia mulai bisa berjalan, dan memanggil ayah budanya. Abbbbbah abbbbah…mammmah mammmah..begitulah Apab menyapa kami. Giginya sudah empat, dua di atas, dua di bawah. Karenanya, ia sudah bisa mengunyah makanan.. asyik banget melihat gerak geriknya itu. pokoknya selamat ya pab…

Jagoanku Menyapa Dunia

Tangisan kami pecah saat mendengarkan kali pertama jagoanku menyapa dunia. Menyapa dengan tangisan nyaring, indah, dan menentramkan batin.  Ya, jagoanku menyapa kami setelah hampir 13 jam menyanggong di mulut rahim istriku yang cantik. Selama menunggu kehadirannya, tingkah kami adalah harapan, bahasa kami adalah munajat kepada yang Maha Kuasa. Kami tak mau berada dalam kehampaan, berharap-harap cemas. Baca lebih lanjut

Jagoanku

Selalu ingin cepat pulang. Selalu kutanyakan kabar jagoanku yang masih betah bersemayam diperut surgaku. Gerakannya adalah spritiku. Antara kesenangan melihat tingkahnya, dan kengerian melihat mimik istriku yang meringis, menahan tendangan demi tendangan jagoanku. “Utun mah kayak ayahnya aja, aktif banget ” kata istriku, sambil memegang perut.(*)

Karena Kata-kataku Itu

Saat wakil GM menyerahkan surat untukku, hati kecil sudah bisa menebaknya. Saya sudah bisa menduga, kalau surat itu pasti keputusan sepihak yang menggeser posisiku dari redaktur ke bagian lain.
Pergeseran posisi tentu sudah menjadi hal biasa di setiap instansi atau perusahaan. Namun, pergeseran posisi yang terjadi padaku, saya kira adalah cara lembut mengusirku dari perusahaan yang sudah lima tahun saya masuki itu.

Internet Murah, Bisnis Rumahan Bergairah

Mungkin beberapa tahun ke belakang, sebagian besar masyarakat dunia, wabilkhusus masyarakat Indonesia masih menganggap internet sebagai mahluk asing. Sementara sebagian kecil lagi masyarakat yang sudah mulai berkenalan dengan internetpun menganggapnya sebagai teknologi yang sulit, mahal, dan hanya bisa bergaul dengan masyarakat tertentu.

Namun beberapa tahun berikutnya, anggapan-anggapan sumir tentang internet menjadi sirna. Faktanya, kini internet begitu akrab menemani berbagai aktivitas masyarakat kita. Kini, internet menjelma menjadi kebutuhan banyak orang. Karena dengan internet kita bisa mengakses dan menemukan segala informasi di seluruh dunia dengan cepat dan mudah. Yang hebatnya lagi, internet bisa dinikmati semua kalangan, mengingat biaya internet menjadi sangat murah.
Itulah sebabnya dalam kurun waktu yang relatif singkat telah terjadi peningkatan jumlah pemakai internet secara membabi buta. Coba bayangkan, berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyebutkan, memasuki awal Oktober 2010, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 45 juta. Bahkan sumber lain memprediksikan pada tahun 2014 mendatang pengguna internet di Indonesia akan mencapai 150 juta orang. Perkembangan jumlah pengguna internet ini ditunjang dengan kehadiran layanan internet menggunakan Wireless Lan yang merupakan akses internet tanpa kabel. Internet dengan mudahnya bisa diakses dengan menggunakan handphone, PDA, laptop, dan lainnya. Saat ini handphone dan internet sudah berkonvergensi, di mana kehadiran mobile wireless internet broadband menjadi solusi bagi pengguna internet yang mempunyai tingkat mobilitas tinggi.

Dorong Bisnis Rumahan

Fenomena internet yang secara masif ini tentu saja sebagai berkah untuk mendorong kemajuan masyarakat- meskipun ada juga yang memaknainya sebagai musibah. Pihak-pihak yang memaknainya sebagai berkah, salah satunya datang dari orang-orang membuka bisnis ala rumahan. Kehadiran internet ini bisa meningkatkan gairah memulai atau mengembangkan bisnis rumahan mereka. Mereka tak lagi minder gara-gara keterbatasan modal, ruang usaha, dan sarana penunjungan lainnya.

Berbicara mengenai internet dan bangkitnya gairah pemilik bisnis rumahan ini, penulis sendiri telah melakukan wawancara dengan beberapa pelakunya yang ada di Kota Bandung. Salah satunya dengan Amel Raissa, 25, yang membuka bisnis penjualan handphone dari rumah kontrakannya yang berada di gang sempit di kawasan Sekeloa, Kota Bandung. Ia memulai bisnis handphone dengan modal cuma Rp 1,2 juta, sebuah angka yang tampak mustahil untuk menjalankan usaha sejenis itu. Saat memulai bisnis, dengan dana terbatas itu,  Amel hanya mampu membeli tiga unit handphone untuk dijualnya.

Namun dengan tekad yang kuat, dan didukung dengan kehadiran internet murah di rumahnya, Amel mulai menggaet calon pembelinya melalui e-mail, situs jejaring: facebook, twittiter, friendster ditambah laman blog gratisan. Bagaimana hasilnya? Dari tiga unit handphone itu, kini berkembang cukup pesat. Kini, ia memiliki dua buah etalase yang dipenuhi puluhan handphone dari berbagai merek. Sekalipun menggaet pembelinya lewat internet, transaksi dilakukannya secara konvensional. “Internet hanya untuk promosi saja. Para pembeli biasanya langsung datang ke rumah,” kata Amel.

Kisah Amel ini tentu hanya secuil realita di sekeliling kita. Pastinya, telah bermunculan Amel-Amel lainnya di tempat berbeda dengan beragam jenis usahanya. Sudah menjadi rahasia bersama, saban kita mengklik laman internet, mau atau tidak, suka atau tidak, kita selalu disuguhi banner atau teks promosi aneka penjualan barang dan jasa.

Berbicara mengenai internet dan bisnis rumahan di era sekarang ini, saya percaya ada beragam alasan kenapa mereka melakukannya. Namun paling tidak, dalam catatan saya sedikitnya ada empat alasan.

Pertama, internet sudah menjadi gaya hidup manusia modern. Manusia sekarang memiliki keiingan kuat untuk untuk mengenal internet berikut cara-cara mengaksesnya.

Kedua, teknologi internet sudah menjamah semua kalangan masyarakat, terutama melalui perangkat handphone masa kini.

Ketiga, promosi yang dilakukan melalui internet, lebih cepat dalam menggaet target pelanggan. Keempat, biaya akses internet relatif lebih murah, sehingga kalau kita mau promosi melalui internet sangat biayanya sangat terjangkau, bahkan tak sedikit yang gratis. Karena itulah, mari kita jadikan internet ini sebagai sarana untuk mendukung perwujudan pembangunan bangsa ini ke depan. (*)

ikhlas menjadi orang biasa

Sejak beberapa tahun lalu, acara Mario Teguh Golden Ways menemani pemirsa tv.  Saya juga tahu ada acara ini, namun tak pernah tertarik sedikitpun untuk menontonnya. Padahal ada beberapa teman mengaku terbantu oleh ceramah Mario, yang telah membangkitkan semangat hidupnya. Apapun cerita teman itu sama sekali tak menimbulkan minatku untuk melihat acara di televisi milik Surya Paloh ini. Baca lebih lanjut